[Orific] Alex, Aluna, dan Mangga Bule

 

Orific by Fanficfunny

.

Gambar diambil dari : sini 

.

Ini secuil kisah dari Alex, Aluna, Mangga bule, dan kesintingan Aluna.

.

.

.

Percayalah Alex punya sejuta hal yang harus dikerjakannya saat ini juga. Misalnya membuang kotoran Rangga yang berserakan di lapangan basket, (omong-omong Rangga itu anak anjing kepala sekolah yang terkena diare) karena tertawa keras sekali saat upacara, kemudian harus membantu Bu Alma membereskan perpustakaan yang baru dibombardir anak kelas satu yang rajin sekali, karena katanya Alex ini berisik sekali saat pelajaran Biologi. Anak kelas satu sekarang punya penyakit aneh, meminjam buku dengan cara mengacaknya dari ujung reproduksi manusia sampai ujung buku Nathan yang kena tonjok. Alex berhasil mencegah anak kelas satu pergi ke perpustakaan, dengan mengancamnya akan membantingnya seperti salah satu jurus di buku karate di rak pojok kiri. Satu pengunjung berkurang, pekerjaannya dan Bu Alma berkurang. Yeay!

Dia juga punya pekerjaan spesial setelah melewatkan lima soal Matematika yang Pak Kumis suruh kumpulkan setelah seminggu yang lalu dia mengatakan; Jika ada yang tidak mengumpulkan PR, potong rumput di lapangan! Jadi itulah alasan seharusnya Alex hadir di Rabu setelah pulang sekolah (Besok). Pak Kumis sih bilang, “Lex anggep aja kamu lagi ngasah soft skill.”

Soft skill?

Jauh-jauh sekolah satu kilometer dari rumah hanya untuk mengasah soft skill jadi tukang kebun?

Ya sudahlah, lebih baik daripada jadi tukang tiup bola basket.

Kembali bergerak ke topik awal. Alex seharusnya sekarang sedang mengepel lapangan basket membersihkan kotoran Rangga, tapi yah karena cewek gila ini, dia malah ikut terseret dalam masalah si cewek.

“Lex ..Alex.”

“Apa?” tanya Alex jengkel.

Alex kini sedang berada taman kompleks rumah si cewek sinting, menggantikan posisi Tomi yang malah berteriak bahagia sekali. “Alex sumpah besok aku traktir bakso! Sumpah!” membuat Alex curiga mati-matian.

Tapi yah gimana yah… Alex suka sih dengan si cewek sinting: Aluna. Dia akan berubah menjadi manusia harimau jika Aluna menggandeng Tomi kemana-mana, katanya sih sahabat sejak orok, halah alasan, Tomi saja tidak menganggap Aluna sebagai sahabat. Dia menganggap Aluna sebagai wanita! Jelas! Tapi dasar sinting sih Aluna, dia malah jadi mak comblang antara Tomi dan kawannya. Untung Alex sayang.

Alex pernah dicap sebagai pasien rumah sakit jiwa karena suka dengan Aluna oleh teman-temannya. Tidak ada lelaki normal sih yang suka dengan Aluna, kecuali Tomi. Aluna itu aneh, jiwanya setengah laki-laki, setengahnya anak berotak melipir alias absurd. Dia juga suka hal-hal aneh.

Misalnya gadis normal menyukai warna pink, maka dia memuja warna pelangi yang diobrak-abrik menjadi satu. Sepatu teman-temannya berwarna normal (hitam, abu-abu, atau warna cerah lainnya jika hari Rabu) tapi sepatunya dia cat (Hanya dikenakannya pada hari Rabu). Sisi kiri berwarna abu-abu dan hitam sebelahnya lagi warna hijau cerah dan kuning, lalu ada stiker smiley-nya di tiap sepatu. Dan hobinya berteriak tanpa otak.

Misalnya:

“Woy Lex baru mimpi bareng Miyabi ya? Basah semua tuh.”

Anjing—percayalah makian itu hanya diucapkan Alex dalam hati. Realitanya Alex hanya tersenyum getir di tengah belasan orang yang sedang menatapnya di kantin. Bagi Alex, tawa Aluna adalah nada hidupnya. Dia rela harus menanggung malu setiap hari demi tawa Aluna. Bagi temannya tawa Aluna adalah polusi udara yang bisa membuat kuping berdarah-darah.

“Ketumpahan kopinya Andre.”—njing—eh—sayang

“Lex Alex anjir boxermu hello kitty ya! Kemaren aku liat dijemur di rumahmu! Ada lope-lopenya lagi.”

BAYANGKAN ALUNA YANG BERADA DI LANTAI DUA DENGAN SEENAK JIDATNYA BERTERIAK PADA ALEX YANG SEDANG BERDIRI MENAPAK TANAH!

Untung sayang—kata Alex. Mencoba sabar.

Teman-temannya sih sudah menatap ngeri, Alex malah nyengir. Jika saja posisi mereka ditukar dengan Aluna, hanya ada dua kemungkinan; wajah mereka berubah biru atau motor mereka yang berubah jadi pajangan. Tidak ada yang berani membuat gara-gara dengan Alex si troublemaker sekolah, well Aluna mendapat pengecualian spesial, hanya karena Alex katanya sayang dan cinta. Tapi sayang Aluna bahkan tak tahu rasanya jatuh cinta, kalau jatuh ke got sih dia pernah.

Kembali ke taman kompleks rumah Aluna.

“Ntar jam lima sore, Bu RT biasanya nggosip bareng ibu-ibu dirumahnya Tante Yuni.  Terus Pak RT ada acara khitanan. Nah rumahnya bakalan sepi soalnya Otong anaknya, lagi main ke kompleks sebelah.”

“Terus?”

“Tahu nggak? Mangga punya Pak RT mangga bule. Kata Pak RT mangganya diimpor langsung dari Thailand, pernah nyicipin pesawat katanya.”

Tahu anjing, gak Lun? Iya, itu kamu,” ucap Alex dalam hati.

Dia merelakan hukuman Kepala Sekolah, demi Aluna! Dan dia malah membahas mangga?! Alex tak bisa membayangkan bagaimana murkanya Kepala Sekolah saat tahu kotoran Rangga masih bertebaran di sana. Mati saja sudah! Kalau beruntung sih poinnya hanya dipotong. Kalau nasibnya jelek paling diskors. Ya sudahlah, mau bagaimana lagi, itung-itung perjuangan cinta.

“Ini mangga pertama kali berbuah. Penasaran kan rasanya mangga bule?”

GAK!

“Nah tuh Pak RT udah pergi. Kuy lah.”

Pantes! Reaksi Tomi aneh! Biasanya dia bakal mengusir Alex jauh-jauh, tapi malah senang setengah mati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Lex! Yang gede napa mangganya masih pakel begini!”

Tahu gak lun? Rasanya memanjat pohon mangga yang dipenuhi semut rangrang? Tahu gak lun? Rasanya sakit banget!  Aluna yang dibawah sana malah tidak tahu diri.

Hadeuh, untung sayang.

“WOY!! MALING!!” teriakan Pak RT diujung gang membuat Alex panik.

“Anj! Semutnya gigitnya sakit banget!”

“Turun bego! Cepatan!” teriak Aluna.

“Sabar goblok! Ini sakit banget!” dan untuk pertama kalinya Alex mengucapkan kata kasar pada Aluna. Tapi dasar Aluna, dia sama sekali tak sadar.

“Mampus! Pak RT makin deket! Cepetan turun Lex! Lompat aja! Lompat!”

“Goblok! Dikira lagi manjat pohon toge kali! Ini tinggi banget! Ga mungkin lompat.”

“Cowok bukan sih! Lompat begituan aja ga bisa!”

Astagfirullah”—dalam sejarah hidupnya ini baru pertama kali Alex istigfar.

“WAH KAMU MAU MALING MANGGA BULE SAYA YA!!” Pak RT sudah tinggal beberapa langkah.

“IYA PAK RT ADA YANG MALING MANGGANYA PAK RT! TADI SAYA LEWAT NAH INI ANAK LAGI MANJAT TADI!” teriak Aluna di bawah sana.

ANJING!!! INI KENAPA ALUNA MALAH BERUBAH JADI MUSUH BEGINI!!

“PAK RT CEPET KESINI, NTAR MALING MANGGA BULENYA KEBURU KABUR.”

Anj—Untung sayang, Lun :”)         

 

END

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s