[BTS x TWICE| GOT7 Songfic] A

HTB1cHD6GVXXXXaDXVXXq6xXFXXXO

[Songfic] A.

.

A Fanfiction by Fanficfunny

.

Tittle : A|| Author  : Fanficfunny || Main Cast :Jimin x Nayeon|| Genre : Romance (?) Teen|| Duration : -|| Rating : T
Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini milik agency mereka masing-masing tapi alurnya sepenuhnya milik saya.

****

.

.

It’s not working
So stop fronting.
I know you want me. Let’s start talking.

.

.

[Girls Girls Girls]

.

Jimin rasa ada orang yang mengikutinya dari tadi. Jimin tahu dia keren tapi nyatanya selama ini ia tidak pernah diikuti secara misterius seperti ini. Biasanya fansnya akan secara frontal menempelinya seperti amplop bukannya berperan sebagai sasaeng. Oh ataukah itu hanya perasaan Jimin? Hanya sekadar rasa percaya diri yang terlalu tinggi. Bisa jadi, sepertinya teriakan para gadis membuatnya mengalami syndrom artis.

Jimin membolak-balikan botol saus, mengecek tanggal kadaluarsanya. Jimin refleks berbalik namun tak menemukan siapapun yang di kenalnya. Hanya orang tua yang sedang berbelanja di super market. Dan dua ibu-ibu yang sedang mengambil saus mustard.

Sumpah! Jimin merasa ia tadi di pelototi. Tapi oleh siapa dan kenapa?

Jimin mengangkat bahu. Toh dia bisa berkelahi.

Jimin beralih ke rak ramen. Dia butuh banyak, siapa tahu dia kelaparan lagi di tengah malam. Jimin kembali menoleh, tapi tak ada siapapun belakang sana. Sepertinya Jimin harus menelan vitamin banyak-banyak.

Ia kembali memilih ramen. Setelah mengambil tujuh ramen, dia berbalik dan menemukan Nayeon sedang memilih mashed potato instan. “Halo Nayeon.”

“Oh-hai.. Hai Jimin. Sedang apa kau?”

“Membeli makanan. Kau sendiri?”

“Berbelanja,” jawab Nayeon sambil tersenyum.

Jimin rasa ia mulai menyukai senyuman Nayeon.

 

||.||

 

Jimin yakin ada yang mengikutinya. Ia sering kali merasa di perhatikan entah di sekolah maupun di luar sekolah. Siapa dan Kenapa masih menjadi momok pertanyaannya saat ini. Apa untungnya mengikutinya? Ia akan dengan senang hati memberikan biodata lengkap gratis pada siapapun yang menginginkannya. Tanpa harus diikuti sasaeng mengerikan seperti ini.

“Heh, Mark?”

Teman sebangkunya mendongak. “Apa?” tanyanya sebal di ganggu dengan makan siangnya. “Begini saja, jika kau sudah di culik atau hampir di bunuh aku akan melaporkannya pada polisi. Puas?” Jimin memukul lengan Mark kesal, “Polisi mungkin hanya menemukan mayatku,” gerutunya.

“Lagipula untuk apa penasaran. Palingan dia hanya fansmu. Oh atau kau sekarang sedang pamer karena kau punya sasaeng, huh?”

“Tidak lucu, Mark.” Mark hanya tertawa menanggapinya. Terserahlah dasar aneh.

Jimin menoleh pada sudut barat daya, tak ada siapapun yang mencurigakan. Hanya ada kakak tingkat yang tengah memandangnya genit, dan senyuman Nayeon. Jimin ikut tersenyum, lalu kembali mendekatkan dirinya pada Mark, takut seseorang menguping pembicaraan mereka. “Sepertinya Nayeon menagih catatannya deh. Dia seperti terus mengkode padaku.”

“Kalau begitu berikan saja padanya.”

“Masalahnya—“

“Apa?” alis Mark berkerut. “Kau menyukainya?” ujar Mark lagi.

“Bukan itu. Aku menghilangkannya.”

 

||.||

 

Jimin perlu bukti. Jimin perlu waktu untuk membuktikan bahwa dia sedang di kuntit. Semoga saja hanya fans penasaran, bukannya mafia atau yakuza. Bisa mati muda dia.

Dan sekarang pertanyaannya adalah; Bagaimana?

Rasa-rasanya Jimin ingin mangkir dari aktivitasnya selepas pulang sekolah. Berlatih dance, hari ini moodnya sedang terjun bebas dan ia tak mempunyai perasaan untuk dance. Terserahlah lomba dance yang sebentar lagi akan diadakan. Jimin lelah. Tapi toh tak ada salahnya hanya berbaring di lantai dance sembari memikirkan sasaengnya atau hanya mengkhayal gerakan dance yang baru.

Namun belum sampai di ujung pintu ruang dance hanya berjarak beberapa meter, langkah Jimin terhenti. Maniknya melotot, rahangnya jatuh karena shock. Dia mungkin bertampang paling jelek sekarang.

Jangan-jangan….  Tunggu. Semua tempat yang dirasa Jimin sedang di kuntit selalu tampak batang hidung Nayeon. Wah, jadi stalkernya si Nayeon?

Jimin berjalan dengan tanpa suara. Tangannya tertekuk di depan dada. Menyaksikan kaki Nayeon yang berjinjit pada sebuah kursi, manik Nayeon menjalar ke ruang dance.

“Ketemu?” tanya Jimin menahan tawanya. “Sepertinya dia tidak berlatih hari ini.” Mendadak ucapan Nayeon terhenti. Wajahnya berubah merah, ia menoleh secara perlahan sampai menemukan cengiran Jimin di bawah sana.

“Halo Jimin. Aku sedang memeriksa, apakah Dahyun ada di dalam. Tapi sepertinya dia tak ada. Kalau begitu sebaiknya aku pergi saja ya. Bilang pada Dahyun untuk segera menemuiku di kelas.”

Sebelah alis Jimin terangkat, “Kenapa tidak lewat pintu depan?”

“Aku mau menagih hutang Dahyun. Dia bisa kabur, jika aku lewat pintu depan.” Di ujung kalimat Nayeon terkekeh, namun dengan kekehan canggung. Hah tertangkap kau Nayeon!

“Kau yakin?” Nayeon mengangguk keras-keras. Ia turun dari kursinya lantas berjalan cepat melewati Jimin. “Hey Nayeon.” Langkah Nayeon berhenti tapi tubuhnya enggan berbalik.

I know you want me. Let’s start talking.”

Ups Nayeon ketahuan.

 

END

 

Bonus Pict

Park Jimin

bts-pretty-bangtan-boys-jimin-Favim.com-2516166

Im Nayeon

22481876232_2e24e1ff70_o

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s