Do You Really Love Me??

do-you-really-love-me

Tittle: Do You Really Love Me??|| Author: Han Hye Woo a.k.a @Apriyani96 || Genre: Romance, sad, hurt|| Rating: PG +13 || Length: Oneshoot || Main cast: Kang Minhyuk // Bae Suzy || Supp. Cast: Oh Sehun, Jung Krystal, dan Park Jiyeon

 

****

Pernahkan kau memandang cinta dari sudut pandang yang lain? Memandang cinta dengan arah derajat yang berbeda?

****

Happy Reading ^^

Author POV

Tangannya saling bertaut, entahlah mungkin hanya sang yeoja yang mampu mengapresiasikan dengan baik apa yang disebut bergandengan tangan. Namja yang berdiri di sampingnya hanya menggenggam lemah tangan yeojachingunya dan arah pandangannya tidak mengarah pada binar di mata yeoja yang sudah menemaninya selama 3 bulan tersebut. Matanya terlalu sibuk membaca setiap kata yang tertera di buku tentang senyawa kimia.

Aneh memang, mereka sedang berkencan tapi pikiran mereka tidak saling bersatu. Atau mungkin hanya pikiran namjanya yang tidak menyatu. Sama sekali tidak. bagaiamana menyatu jika yang dipikirkannya tentang H2O atau CH6 bukan rayuan atau hanya sekedar basa-basi belaka.

“Oppa”

Yeoja yang disampingnya, mengerucutkan bibir kesal merasa kehadirannnya tersingkirkan oleh buku Senyawa Kimia.

“Oppa” rengek yeoja itu lagi

“Bae Suzy berhentilah kau mengganggu kosentrasiku”

“Keunde Minhyuk Oppa, aku ingin membeli es krim”

Minhyuk memandang Suzy tajam, lalu mengalihkan pandangannya ke arah mobil seorang penjual es krim.

“Tunggu sebentar”

Minhyuk meletakan bukunya dan berlari kearah mobil penjual es krim tersebut. Hanya menghitung waktu Minhyuk sudah memegang 2 cone es krim rasa strowberry.

“Ige”

Suzy melonjak girang bukankah namjachingunya sangat perhatian dia bahkan berlari terburu-buru untuk membeli es krim pikir Suzy

“Untunglah cepat jika tidak mungkin bukunya akan tertutup lagi. Padahal aku belum menandainya”

Oh, Baiklah pikiran Suzy salah besar.  Teorinya jauh melesat meninggalkan fakta yang ada.

Minhyuk mengambil bukunya dan dengan gerakan santai dia berjalan sambil membaca bukunya kembali, meninggalkan Suzy yang masih bertahan menstabilkan amarahnya.

“Kenapa tidak jalan?” tanya Minhyuk

Suzy membuang mukanya kesal ia berlari kecil untuk menyeimbangi langkah Minhyuk. Menatapnya sebentar dan menghela nafas berat.

Ia melihat sekelilingnya banyak pasangan kekasih yang terlihat sangat mesra. Dengan tangan saling bertaut atau bercanda yang membuat perut kram sedangkan dia? Lupakan.

“Oppa aku mau pulang”

Minhyuk menatap wajah Suzy bingung, baru sekitar 20 menit mereka berjalan-jalan Suzy sudah menginginkan pulang. Aneh, biasanya dia akan mengomel jika Minhyuk berniat pulang.

“Ayo pulang Oppa”

“Baiklah”

~~~~>.<~~~~

Suzy berdiri di balkon kamarnya, membiarkan angin sore meniup rambutnya lebih lama. Ia memejamkan matanya berharap semua beban dan kegundahannya hilang tapi sayangnya harapannya tidak terwujud. Ia malah merasakan hatinya terkulai semakin lemas, setelah di peras dalam setiap keadaan yang membuatnya jenuh untuk berfikir.

Suzy menyerah, ia hanya yeoja biasa yang dapat menangis dalam kesendiriannya sendiri. Kata-kata sendiri seharusnya hanya dimiliki oleh seseorang yang belum mendapatkan namjachingu atau nampyon tapi anehnya dia merasakan kata sendiri.

“Sampai kapan”

Tangannya memeluk erat lututnya. Bahunya bergetar hebat karena tangisannya pecah begitu saja.

~~~~>.<~~~~

Suasana kelas 2-4 terlihat sepi waktu istarahat berlangsung. Para Siswa lebih memilih pergi ke perpustakaan, toilet, kelas lain, atau gedung olahraga.

Hanya tinggal beberapa siswa yang sedang asik dengan tidurnya atau mencatat rentetan tugas. Tapi Suzy dan Minhyuk tidak melakukan keduanya, Minhyuk seperti biasa asik dengan Laptop miliknya sedang Suzy sibuk dengan lamunannya dan sesekali melirik ke arah Minhyuk.

“Aissshhh seonsaengnim itu benar-benar menyebalkan” cibir Jiyeon

“Ne, dia memang sangat menyebalkan” ucap Suzy sambil melihat kearah Minhyuk

“Aku sedang berbicara tentang seonsaengnim bukannnya Minhyuk. Dasar kau”

Suzy menoleh cepat dan hanya dapat tersenyum kaku saat melihat wajah muram Jiyeon.

“Apa kau benar-benar berpacaran dengannya?”

“Entahlah, aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengannya akhir-akhir ini”

“Apa kalian bertengkar?”

“Tidak, tidak sama sekali. Kami bermesraan terakhir 2 bulan yang lalu, saat hubunganku dengannya 1 bulan dan setelah itu dia menjadi dingin”

“Mungkin dia sedang sibuk kau tidak usah berpikiran macam-macam. Cepat temani dia”

Suzy mengangguk, ia berjalan pelan menghampiri Minhyuk.

“Oppa, apa yang kau lakukan?” tanya Suzy dengan wajah cerianya

“Menonton film kau mau melihatnya chagi?”

Suzy melirik ke arah Laptopnya. Horror !! Tidak, sampai di dunia ini tidak ada film pun Suzy takan pernah mau menontonnya.

Minhyuk terkekeh pelan kemudian mengacak rambut Suzy lembut.  Lalu Minhyuk kembali serius menonton filmya.

Baiklah, Suzy sekarang merasa dirinya tak lebih berharga dari pada Laptop di depannya. Kemarin buku sekarang Laptop.

“Aku mau ke kantin kau ingin sesuatu?”

“Ani. Gomawo” ucap Minhyuk yang masih fokus menonton film horror.

Suzy memutar bola matanya tak peduli, ia meninggalkan Minhyuk dan Jiyeon dengan rasa kesal yang ia pendam.

Suzy POV

Kenapa dengannya kupikir aku tidak mempunyai masalah dengannya tapi kenapa 2 bulan ini sikap Minhyuk Oppa, sangat berbeda. Dia sudah tidak pernah mengirimi pesan sayang sebelum tidur. Padahal aku sangat merindukan kata-kata manisnya itu, Dia juga jarang mengirimi pesan kalaupun aku duluan yang mengirimi pesan, dia akan lama sekali membalasnya.

Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Apakah dia sudah bosan denganku?

Tidak. Maldo andwae, Suzy kau jangan berpikiran seperti itu, mungkin saja Minhyuk Oppa sedang sibuk.

“Ne, dia sedang sibuk Suzy-ah”

Mataku tiba-tiba menangkap sesosok yeoja yang sedang berjalan bersama dengan 2 teman lainnya. Dia Krystal mantan kekasih Minhyuk Oppa mereka sudah berpacaran sampai 8 bulan.

Hatiku kembali sakit membayangkan mereka berdua bermesraan di belakangku. Bukankah saat di putuskan Krystal, dia masih menyukainya. Tuhan, apakah aku hanya sebagai batu diantara mereka berdua.

“Tidak mungkin”

Aku hanya sedang berhalusinasi saja sikap cuek Minhyuk Oppa tidak ada hubungannya dengan Krystal, tidak mungkin. Ayolah otaku kau jangan berrpikiran macam-macam.

“Kupikir aku sudah kenyang”

Aku kembali ke kelas masih sepi. Aisshhh, ini sangat menyebalkan untuku.

Kenapa tiba-tiba aku ingin pulang saat melihat wajah Minhyuk Oppa. Aku bisa benar-benar gila saat ini.

“Chagi, kau tidak membeli sesuatu?”

“Ah, tidak. Aku sedang berdiet”

Dia tersenyum samar dan kembali lagi berkutat dengan laptop hitam pekat miliknya. Jujur saat ini aku ingin marah. Ingin memprotes tentang sikap dinginnya padaku tapi aku takut jika dia marah, aku takut jika dia merasa terkekang dengan sikapku.

“Mana makanannya?” tanya Jiyeon

“Di kantin”

Aku segera duduk disamping Jiyeon dan menenggelamkan kepalaku ke dalam lipatan tanganku. Aku lelah.

Author POV

Suzy melonjak kaget saat Jiyeon menepuk bahunya tidak sabar. Ia mengerjapkan mata berkali-kali untuk menyadarkan kepulihannya.

“Ahn seonsaengnim” lirih Jiyeon

Jiyeon memandangi Ahn seonsaengnim dengan wajah tak suka ia ingat kejadian minggu lalu saat Ahn seonsaengnim mempermalukannya di depan kelas karena teori Pascal.

Beberapa menit berlalu, Jiyeon masih kekeh untuk menyumpah serapahi Ahn seonsaengnim berharap mata pelajaran yang dia ampuh segera berakhir. Sedangkan Suzy, ia hanya mampu terpatri oleh sekelompok bilangan dan rumus yang berada tepat di depan matanya. Pikirannya jauh menerawang membiarkannya menjauhi kehidupan Fisika di kelas.

Ia teringat saat Minhyuk mengambil Handphone miliknya dan mengecek semua isi Handphonenya. Namun tinggal giliran Suzy meminjam ponsel milik Minhyuk. Ia mengelak, menjauhkan ponsel putihnya jauh dari jangkauan Suzy.

“Suzy coba kau kerjakan soal nomor 10. Temanmu banyak menemui kesulitan”

Apa !! Soal apa !! Ia tak mengerti sama sekali dengan ucapan Ahn seonsaengnim.

“Soal nomor 10?” ulang Suzy

“Ne”

Suzy mengalihkan wajahnya kearah papan tulis meneliti baik-baik rumus serta soal yang tertera. Dia menggeleng pelan lalu  menoleh kembali kearah Ahn seonsaengnim dan hanya tersenyum.

“Aku tidak bisa”

Jiyeon menepuk meja agak keras membuat semua isi kelas meliriknya penasaran.

“Bahkan fisikawan kita, tidak bisa mengerjakannya. Berarti soal tersebut sangat susah” ucap Jiyeon

Beberapa siswa menimpali dengan teriakan setuju. Raut muka Ahn seonsaengnim menegang marah, ia sangat membeci murid yang tidak tahu aturan dan sangat membenci ruangan yang ramai. Dalam kamus mengajarnya hanya ada 3 memperhatikan, kerjakan dan diam.

“Jika ingin berbicara angkat tangan terlebih dahulu Jiyeon-ssi”

Jiyeon mendesis kesal beberapa anak yang tadi berteriak menciut ketakutan. Mereka menunduk.

“Kau kenapa? Padahal soal ini sangat mudah” ucap Ahn seonsaengnim

Suzy terdiam kaku, kenapa hatinya selalu gundah jika memikirkan Minhyuk dan Krystal. Ada yang mengganjal di hatinya, dan ada satu pertanyaan yang selalu mengganjal di hatinya sampai detik ini ia bernafas. ‘Kenapa Minhyuk berubah’

“Mian seonsaengnim”

Ahn seonsaengnim menggeleng pelan lalu kembali tenggelam dengan pelajarannya. Suzy memalingkan  wajahnya ke samping. Minhyuk sedang asik dengan soal yang dia kerjakan, apa dia tidak penasaran kenapa Suzy tak bisa mengerjakan soal semudah itu atau dia tidak khawatir.

Suzy menggeleng pelan sepertinya hanya dia yang sangat mencintai namja itu tapi tidak dengan namja itu sendiri. Jangan-jangan Minhyuk mencintainya karena terpaksa, atau merasa kasihan padanya. Bukankah Suzy yang lebih dulu mencintainya dan mati-matian juga Suzy berusaha merebut perhatian Minhyuk setelah ia putus dengan Krystal.

Ia tak pernah menanyakan perasaan sesungguhnya selama ini. Suzy menghela nafas panjang pertanyaan sialan itu kenapa terus datang membayanginya setiap waktu. Sial

Bel berdering, menandakan pelajaran Ahn seonsaengnim berakhir dan menandakan juga berakhirnya sekolah hari ini.

“Suzy-ah, ayo kita mengerjakan tugas fisika bersama dirumahku”

Suzy mengangguk pasrah ia kembali melihat kearah namjachingunya berharap namja itu mau mendatanginya dan mengajaknya pulang bersama tapi nihil ia sedang asik berdiskusi dengan ketua ekstra Desain Grafis.

“Mau tidak” tanya Jiyeon kurang sabar

“Ne? Ah, ne kajja” ucap Suzy terbata

Keduanya berjalan santai ke  arah halte bus tak ada percakapan seperti biasa karena sekarang Jiyeon sedang serius mendengarkan musik dan Suzy sendiri juga tak berminat untuk berbicara.

…………………..

Suzy memandangi bukunya kosong. Pikirannya benar-benar memprotes untuk menemukan potongan puzzle yang hilang dari hubungannya. Ia berusaha keras berpikir tapi seberapa keraspun dia berpikir dia tak pernah menemukan jawaban yang pasti, malah membuat hatinya semakin tertekan.

“Suzy-ah?” tanya Jiyeon

“AH” pekik Suzy kaget.

“Kau kenapa? Dua bulan ini kau menjadi pendiam”

Suzy ragu memang masalah ini hanya dia yang tahu dia tidak ingin dianggap berlebihan mengenai sikap dingin Minhyuk.

“Ceritakan padaku” desak Jiyeon

Suzy terdiam sesaat menimbang apa yang harus dikatakannya.

“Aniyo”

Suzy memaksakan senyumnya dan kembali tenggelam kedalam rumus fisika. Fisika? Kenapa dunia ini ada Fisika, Kenapa guru fisikanya harus Ahn seonsaengnim dan kenapa dia bisa fisika? Seandainya dia boleh memilih pasti dia akan lebih memilih bisa memanah dari pada fisika.

Hey… Memanah? Bukankah itu ekstra yang diikuti Minhyuk dan Krystal? Dan Jiyeon juga termasuk anggotanya kan.

“Jiyeon-ah” pekik Suzy keras

“Wae?”

“Aku ingin bertanya sedekat apa Minhyuk dan Krystal dulu”

“ biar kupikirkan? Sepetinya mereka sangat dekat karena setahuku Krystal sampai mengenal baik kedua orang tua Minhyuk dan adiknya. Lalu apa kau tahu saat Minhyuk pingsan dulu, saat ekstra memanah menjelajah gunung?”

“Bukankah dia pingsan di tenda” jawab Suzy

“Nah, saat dia pingsan itu Krystal menangis keras lalu menelepon orang tua Minhyuk tetapi karena kedua orang tuanya sedang di luar kota jadi dia menelepon pamannya”

Suzy POV

Sedekat itukah? Bahkan aku belum pernah bertemu kedua orang tua Minhyuk

Aku semakin ragu cinta Minhyuk padaku.

“Oh ya aku ingat. Minhyuk sampai menyisihkan uang jajannya berbulan-bulan hanya untuk memberikan hadiah yang spesial untuk Krystal”

Kurasakan hatiku semakin mengecil mendengar semua penuturan Jiyeon padaku. Ada rasa tak terima saat Jiyeon mengatakannya dan ada perasaan lain yang terus menggebu-gebu. Perasaan ragu.

“Waeyo? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Tidak. Tidak apa-apa”

Ada rasa bersalah aneh yang timbul disisi hatiku lainnya. Perasaan bersalah karena sudah menjadi batu penghalang diantara cinta mereka. Apakah aku benar-benar batu itu??

“Hey bagaimana dengan soal nomor satu”

Jiyeon menyodorkan bukunya padaku dan memasang wajah memelasnya. Aku jadi membenci Fisika karena Jiyeon selalu bergantung padaku untuk mata pelajran satu ini.

“Cepat ajari aku”

~~~~>.<~~~~

Sesekali kulirik ponsel yang berada di dekatku. Tak ada tanda-tanda kehidupan sedikitpun. Dengan malas kuraih ponselku dan mengetikan pesan untuk Minhyuk Oppa

Oppa, kau sedang bersama temanmu ya?

Lima menit berlalu tak ada balasan darinya, padahal dulu dia akan membalasnya dengan cepat.

10 menit…
Masih tak ada tanda-tanda ponselku bergetar

15 menit…

Dddrrrtttt~~~

Akhirnya ponselku bergetar dengan cepat aku mengambilnya dan membuka ponselku.

Hatiku menjerit memprotes itu bukan dari Minhyuk Oppa melainkan dari Sehun. Namja yang dulu mendekatiku namun kutepis segala perhataiannya karena Minhyuk Oppa.

2 Menit setelahnya baru Minhyuk Oppa membalasnya dengan balasan singkat tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Kau terlambat Oppa, moodku sudah benar-benar buruk kau baru membalasnya. Dengan rasa malas aku membalasnya.

Bagaimana dengan kegiatannya? menyenangkan?

Aku kembali was-was hatiku berteriak memikirkan segala kemungkinan yang ada. Jangan-jangan Minhyuk Oppa lama membalas pesanku karena dia sedang berkirim pesan dengan Krystal. Atau jangan-jangan dia sedang bersama Krystal.

Aku menggeleng pelan segera kuhapus semua pikiran burukku. Dia, Minhyuk Oppa adalah namja setia tidak mungkin dia bermain di belakangku. Walaupun aku tidak terlalu mengenal sikapnya tapi bukankah kata Sunggyu teman Minhyuk Oppa dia orang yang sangat setia.

Tapi itu kan katanya. Aku tidak benar-benar tahu sikapnya.

Ponselku kembali bergetar. Aku mengecek arloji silver miliku. Hanya berselang 2 menit saja, hufft untunglah tidak terlalu lama walau kalah cepat dengan balasan dari Sehun.

Sudah selesai, mereka sedang malas berjualan

Aku mengangguk mengerti. Minhyuk Oppa memang terlibat dalam kegiatan penjualan coklat dan katanya hasil penjualannya akan disumbangkan ke panti asuhan atau orang yang membutuhkan.

Wae? Apa karena tidak ada aku disana 😀

Moodku kembali normal setelah Minhyuk Oppa membalasnya.

Menit berikutnya, hatiku kembali sakit karena tidak ada pesan darinya. Ponselku kembali bergetar, dengan gerakan tak sabar aku membukanya.

Bukan, itu bukan pesan darinya melainkan pesan dari Sehun, namja itu lagi. Padahal kukira dia sudah dekat dengan Sulli kelas 2-5.

Sampai mataku memberatpun, dia tak membalasnya. Kulihat inbox ponselku. Semuanya pesan dari Sehun. Aku mendesah kecil saat kusadari, pesan dari Sehun lebih banyak daripada pesan dari Minhyuk Oppa.

~~~~>.<~~~~

Author POV

Yeoja dengan gaun selutut berwarna hijau muda memandang kaca restourant pasrah, namjachingunya kembali membatalkan janjinya karena ada urusan dengan ekstra desainnya. Ia mengetuk meja caffe tanpa semangat.

“Suzy-ah”

Suzy melihat sekelilingnya, ia melihat sesosok yeoja yang seumuran dengannya sedang melambaikan tangan ceria. Suzy mendengus dia tidak ingin di ganggu Jiyeon kali ini.

“Kau kemari dengan siapa? Minhyuk? Kemana dia?”

“Aku sendirian”

“Benarkah? Akhir-akhir ini aku lebih sering melihatmu sendiri, ishh jangan begitu kau kan sudah mempunyai namjachingu. Seharusnya kau sering berkencan dengannya”

Suzy memanyunkan bibirnya, jika dia tidak tahu apa-apa bisakah mulut Jiyeon berhenti untuk mengoceh. Jika dia ingin mengoceh, seharusnya dia mengoceh di depan Minhyuk bukan dirinya !!

“Yakkk yeoja ini mau mati !!”

Jiyeon mengecek semua pesan yang tertera di ponsel namjachingunya itu.

Suzy berkeliling kesal, ia berdiri dan membungkuk meminta maaf pada semua orang yang sedang memperhatikan mereka.

“Kau gila yah” gumam Suzy kesal.

“Yeoja murahan ini yang gila. Pantas saja Seungho, menjadi dingin padaku akhir-akhir ini jadi karena yeoja sialan ini”

“Awas saja kau, aku akan membunuhmu jika aku bertemu denganku”

“Kau akan menyesal karena mendekati Seungho Oppaku”

Suzy terdiam sebentar. Dingin? Yeoja lain? Rasanya itu semua masuk akal dan jika dihubungkan dengan baik maka semuanya akan jelas. Seungho kekasih Jiyeon menjadi dingin akhir-akhir ini karena adanya yeoja lain.

Lalu Minhyuk? Maldo andwae

Suzy menatap tajam kearah Jiyeon. “Kenapa dengan Seungho?”

“Kau tahu, akhir-akhir ini Seungho Oppa jarang membalas pesan dariku itu semua karena kehadiran Jieun. Yeoja menyebalkan yang mendekati Seungho Oppa ku”

Suzy terdiam sejenak, ia merasakan dunia benar-benar berputar kali ini, dan sepertinya terlalu cepat hingga membuatnya kesulitan untuk mengambil nafas dengan baik.

“Gwenchana?”

Suzy berdiri, tangannya mengepal sempurna. Ia terisak pelan, kekuataannya seakan runtuh begitu saja setelah mendengar semua penjelasan dari Jiyeon.

Kakinya bergetar hebat, meninggalkan caffe tempatnya berdiri semenit yang lalu. Jantungnya terus terpompa untuk merasakan sakit luar biasa yang ia hadapi dan hatinya merengkuh jutaan umpatan karena terlalu lama dalam kegamangan yang membuat dunia penuh dengan duri keras.

Ia menengadah. Sial, titik hujan menyentuh wajah pucat Suzy. Suzy membiarkannya dengan berlari cepat, membiarkan puluhan titik hujan yang berubah semakin lama semakin deras membasahi semua pakaian yang ia kenakan..

Suzy merasakan seluruh dunia sedang mengutuki kebodohannya karena terlalu lama berdiri dalam arah yang tak pasti bahkan hujan juga marah dengannya meneteskan seluruh air yang ia miliki pada tubuhnya tanpa perasaan bersalah.

Ia berhenti sebentar, menghapus air matanya yang telah bercampur dengan air hujan. Untunglah tak terlalu banyak orang yang menyaksikannya kalau toh mereka menyaksikannya mereka hanya berpikir ada seorang yeoja gila yang lebih memilih berlari menerobos hujan tanpa ada niat untuk berteduh. Tentu mereka takan pernah berpikiran yeoja itu tengah menghadapi badai yang ada di depannya. Menangis dalam pilu dan menjerit dalam hujan.

Ia kembali berlari dalam hujan yang menemaninya hingga ia berhenti pada salah satu rumah berwarna hijau muda, rumahnya.

Ia berlari menerobos ruang tamu tempat dongsaengnya Yeongmin sedang terpekur dengan film naruto kesukaannya.

“Nuna” panggil Yeongmin kaget

Sekali lagi, ia tetap memilih menerobos kamarnya.. Menguncinya beberapa kali.

“Nuna. Ada apa?”

“Kenapa dengan bajumu kenapa basah kuyup?”

Suzy menggeleng pelan, mendengarkan teriakan namdongsaengnya di balik bilik pintu kamarnya.

“Apa kau berlari di tengah hujan?”

“Nuna, kau kenapa? Jawab aku !! Nuna !!”

Teriakan Yeongmin berubah menjadi cemas. Ia menggedor pintu kamar nunaya dengan tak sabar.. Suzy kembali menggeleng pelan, ia terisak keras.

Sunyi, disebarang sana sudah tak terdengar apapun lagi. Suzy menghapus air matanya dan kembali terisak lebih keras.

“Nuna, jika kau ada masalah kau bisa menceritakannya padaku. Tapi jika sekarang kau sedang tidak ingin bercerita, gwenchana. Asal kau harus cepat mengganti bajumu yang basah itu, aku tidak mau jika nunaku nantinya harus meringkuk dirumah sakit. Kau tahu kan jika kau sakit aku juga yang repot, aku harus menunggumu di rumah sakit dan itu sama saja membunuhku pelan-pelan karena rasa bosan. Arra !!”

Suzy terkekeh pelan, ia melihat dirinya. Berantakan. Sangat berantakan, dia tak pernah seberantakan itu seumur hidupnya.

Bajunya yang basah, , hidung merah, tatapan menyedihkan dan mata merah dan bengkak karena menangis. Apakah monster itu wajahnya? Iya itu adalah dirinya.

~~~~>.<~~~~

Suzy POV

Aku merasakan benar-benar susah bernafas, rasanya ada sesuatu yang menyumbat kedua lubang hidupku. Aku sangat membencinya saat hidungku mampet. Sial gara-gara kejadian kemarin, aku harus bersiap tidur dengan kesusahan yang paling tinggi.

Aku mencari-cari tissue yang biasa berada ditasku. Nihil, tak ada apapun disana. Padahal aku ingin sekali menyingkirkan lendir lengket yang menyumbat hidungku.

“Ini”

Seseorang menyodorkan sekotak tissue padaku. Kudongakan kepalaku. Sehun? Ada rasa sedikit kecewa saat yang berdiri di depanku sosok Sehun bukan Minhyuk Oppa.

“Aku melihatmu, meninggalkan kotak tissue ini. Kupikir kau sangat membutuhkannya jadi aku mengembalikannya dan ternyata dugaanku benar kan?”

Aku mengangguk lemah, dan mengambil sekotak tissue yang mungkin kutinggalkan di ruang seni. Mungkin..

“Tunggu sebentar”

Sehun berlari menjauhiku, ada apa dengannya kenapa dia menyuruhku untuk menunggunya. Masa bodoh, aku tidak peduli padanya yang kupedulikan sekarang dimana keberadaan Minhyuk Oppa? Aku melihat kesekeliling tempat duduk yang sedang kududuki dan jauh disebelahku terdapat sekelompok siswa yang sedang duduk bersama.

Banyak diantara mereka yang tidak kukenali sama sekali tapi kalau diperhatikan aku dapat melihat Jiyeon, Minhyuk Oppa dan ….. Krystal? Oh bagus jadi itu ekstra memanah.

Minhyuk dan Krystal saling menatap dan berbicara sepertinya mereka sedang mendiskusikan sesuatu lalu mereka mengangguk-angguk dan kemudian menerangkan pada siswa yang lain.

“Suzy-ah”

Aku hampir menjerit saat Sehun memanggilku, dia membuatku kaget setengah mati.

“Ini”

Kulihat tangannya menyodorkan teh ginseng kaleng.

“Mungkin ini dapat meredakan flu-mu itu”

Aku mengambilnya ragu dan melihat kearah Minhyuk Oppa. Great, dia sedang memandangku. Apa yang harus kulakukan…

Aku mengambil teh kaleng pemberian Sehun dengan ragu. “Gomawo”

Sehun mengangguk, dia duduk disebelahku memandang buku yang sedang kubaca

“Kau menyukai Sherlock Holmes? Aku hampir tidak mengerti sama sekali jalan ceritanya”

Jangankan kau, aku sendiri sebenarnya tidak mengerti sama sekali dengan bahasa yang digunakan. Pernyataannya terlalu mendetail hingga aku tidak bisa membayangkan benda apa sebenarnya itu dan banyak sekali kata-kata asing untuku.

“Aku hanya iseng membacanya”

Sekali lagi kulirik Minhyuk Oppa, dia masih memandangku. Aku tidak terlalu tahu apa arti dari pandangannya tapi jujur aku takut dia salah paham anatara aku dan Sehun karena setahunya Sehun menyukaiku.

“Maaf, Sehun-ah. Aku harus segera menemui Eunjung eonni. Ada sesuatu yang harus kudiskusikan dengannya”

Dia tersenyum kearahku dan mengangguk pelan. Segera ku ambil novel Sherlock Holmes ,teh kaleng pemberiannya dan segera pergi meninggalkannya.

…………………..

Tanganku berkutat pada sebuah buku tebal berwarna ungu muda warna kesukaanku, menuliskan beberapa kalimat membuatnya agar terliahat serasi. Hari ini aku lupa mengerjakan tugas mengarangku, dan waktu istirahat adalah waktu yang pas untuk mengerjakannya.

“Kau lupa dengan PR mu?”

Aku mendongak, didepanku sudah ada Minhyuk Oppa yang sedang berkacak pinggang. Aku meringis melihatnya.

“Tadi malam aku sangat lelah Oppa, menonton drama Nice Guy sampai larut malam” terangku

Minhyuk Oppa mengacak pelan rambutku, ia menyunggingkan senyumnya.

“Kau tadi dan Sehun?”

Tiba-tiba nafasku tercekat, dan hidungku rasanya kembali tersumbat. Apa dia akan marah padaku? Menceramahiku dengan beribu kata-katanya lalu setelah itu dia akan mendiamiku.

“Dia hanya memberiku sekaleng teh ginseng saja”

“Oh”

Minhyuk Oppa memasang wajah datarnya, tak ada sedikitpun raut cemburu atau marah pada dirinya. Apa dia benar-benar mencintaiku? Jika dia mencintaiku pasti dia akan marah atau setidaknya dia akan memandangku sinis bukan datar seperti ini. Mungkin jika datar ditambahi dengan senyum terpaksa aku dapat sedikit senang tetapi ini?

“Kau tidak marah Oppa?” tanyaku agak kecewa

“Gwenchana”

Dia mengacak rambutku dan berlalu saat di depan pintu sudah ada Kai, ketua Desain Grafis. Mereka tersenyum dan melambai kearahku.

Aku kembali mendesah kecil, dia benar-benar namja yang susah ditebak dari semua gerak-geriknya dan ekspresinya.

“Chagiya” teriak seseorang

Aku segera menoleh begitu mendengar suara yang ribut. Ternyata itu Jiyeon dan Seungho, ada apa dengan mereka? Apa mereka ingin bertengkar di depan kelas? yang benar saja.

“Chagiya, apa yang kau lakukan tadi dengan Jaebum” teriak Seungho

Aku bergidik ngeri saat melihat wajah sangar Seungho. Dia sangat menakutkan jika sudah marah.

“Aku dan dia hanya berteman Oppa” jawab Jiyeon santai

“Apa berteman harus menggenggam tanganmu dan membenarkan ponimu”

“Lalu apa ada masalahnya denganmu?”

“Tentu saja. Aku ini namjachingumu, sudah menjadi masalah jika yeojachingunya bermesraan dengan namja lain”

“Apa kau cemburu?” tanya Jiyeon sok serius

Aku tahu, dia sedang mengerjai namjachingunya.

“Bodoh !! Tentu saja aku cemburu”

“Berarti masalah Jieun aku boleh marah? Aku boleh cemburu?”

Kulihat wajah Seungho memucat, bibirnya mengatupkan rapat-rapat.

“Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi kau juga harus berjanji tidak akan membuatku cemburu lagi”

Jiyeon tersenyum kemenangan, ia merangkul lengan namjachingunya. “I’m Promise Oppa”

“Tapi kau harus berjanji tidak akan genit dengan yeoja lain. Kali ini kau kumaafkan, tapi lain kali tidak ada ampunan untukmu dan masalah Jaebum kau tak usah marah dengannya karena aku yang memintanya untuk membuat sandiwara kecil” tutur Jiyeon

PLETAAKKK

“Appo, kenapa kau menjitaku Oppa. Aku kan hanya penasaran apa kau cemburu atau tidak”

“Dan kau sudah menemukan jawabannya kan.. Sekali lagi kau mengulanginya, awas saja kau”

“Jika aku mengulanginya bagaimana?”

Jiyeon tertawa jahil dan berlari keluar kelas. Seungho berkacak pinggang sebentar kemudian menyusul Jiyeon yang entah lari kemana.

Jujur saja, sekarang ini aku benar-benar IRI dengan mereka berdua. Seungho dapat mengekspresikan cemburunya dengan benar dan sikap marahnya benar-benar pas. Andai Minhyuk Oppa marah denganku karena Sehun.. Andai Minhyuk Oppa cemburu padaku tadi… Andai dia tidak mengucapkan gwenchana… Andai…. Lupakan kata andaian itu, hanya akan membuatku menambah luka dihati dan memperbesar lubang keraguan yang terbentang.

Aku kembali berkutat dengan tugas Mengarangku.. Sial, aku tidak bisa mengererjakannya.

~~~~>.<~~~~

Author POV

Suzy berjalan hampa, tangannya sibuk memainkan PSP milik kakaknya Kyuhyun yang diambilnya diam-diam. Salah siapa tadi dia tidak mau mengantarkannya pergi kerumah Jiyeon dan malah lebih mementingkan Seohyun tetangga sebelah yang baru saja pindah. Memainkan gitar pinjaman dari temannya Changmin dan bernyanyi di teras rumah, apa dia pikir itu keren dan dapat langsung mengambil hati Seohyun? pikir Suzy dongkol.

Memang tidak terlalu jauh rumah Jiyeon tapi tetap saja Suzy malas berjalan apalagi hanya ada dia di trotoar jalan yang membentang sejauh mata memandang.

Suzy melihat sekelilingnya berharap ada yang dikenalinya dan dengan senang hati mau mengantarkannya tapi nihil tak ada siapapun yang dikenalinya.

Suzy menghembuskan nafasnya berat, bahkan Oppanya tidak menghubunginya padahal dulu dia akan menjerit-jerit marah di telepon karena PSP nya.

“Kupikir dia benar-benar jatuh cinta dengan eonni itu”

Ia  memandang arloji miliknya, putih gading. Tak apa kan jika dia mampir ke cafe untuk membeli orange float. Jiyeon tak akan marah jika dia telat beberapa menit

Suzy berjalan kearah cafe yang didesain cukup modern. Terdapat kaca besar bening menggantikan tembok-tembok pada umumnya.

Suzy menghentikan langkahnya, kepalanya menunduk dan tangannya mengepal sempurna. Ia merasa dirinya dibuang pada masa Perang Dunia II ikut merasakan rasanya terhujan bom atom di bawah langit nagasaki.

Ia melihat Krystal sedang berbincang dengan Minhyuk kekasihnya.

Hatinya terulur sembilu, menusuk cepat sampai ke pusat syarafnya. Membuatnya seperti penderita asma, susah untuk bernafas dengan benar. Bibirnya bergetar hebat menahan isakannya keluar.. Wajahnya kembali mendongak, ia melihat Krystal tersenyum lebar dan mengelus punggung tangan milik Minhyuk.

Apakah ini semua jawaban keraguannya? Apakah ini, potongan puzzle yang hilang itu. Apa harus sebegitu menyakitkan…

Krystal berdiri, menepuk bahu Minhyuk pelan dan tersenyum samar. Ia berjalan keluar dengan senyum yang masih mengembang.

Suzy mengambil ponselnya cepat, mencari nama Minhyuk di phonebooknya.

“Yoboseoyo, ada apa chagi?”

Suzy menggigit bibir bawahnya, mendongak keatas berharap air matanya kembali masuk tapi tetap saja, air asin itu tetap mengalir hangat.

“Oppa”

“Ne”

“Kupikir, hubungan kita cukup sampai disini, aku sudah lelah dengan semuanya”

Hanya kata itu yang mampu terucap dengan benar, meski ada banyak jutaan pertanyaan dan pernyataan tak terima menghiasi kepala Suzy. Tapi semuanya percuma, ia tak bisa mengontrol dengan baik emosinya.

“Wae?” terdengar suara helaan nafas panjang..

Hening, Suzy benar-benar tak bisa menyuarakan suara hatinya. Bibirnya terlalu kelu untuk mengucapkan setiap kata yang sudah mendesaknya ingin keluar.

“Baiklah jika itu yang kau mau, mungkin memang lebih baik di akhiri”

Tuttttt~~~

Hancur. Itulah yang dirasakan Suzy.. Tangisnya memecah, ia berlari menjauhi cafe tempatnya melihat kejadian yang amat menyayat hatinya.

Kakinya terhenti memandang ayunan besi berkarat yang ada di depannya. Lututnya jatuh tepat diatas tanah kering, ia yakin jika nanti lututnya akan lecet atau mengeluarkan bau anyir meski itu hanya sedikit.

Apakah selama ini cintanya bertepuk sebelah tangan? Apakah selama ini namja yang dicintainya setahun lalu hanya merasa kasihan padanya.. Tak pernahkah ada cinta diantara mereka…

“Mencintaimu seperti menyimpan duri di hati. Dibiarkan menyakiti. Dicabut, lukanya abadi.”

Minhyuk POV

Aku mengetuk-ngetuk meja Cafe tak sabaran, tadi pagi Krystal memintaku untuk bertemu dengannya dicafe ini tapi ini sudah melebihi jam perjanjiannya tapi dia belum juga muncul.

“Minhyuk-ah”

Kulihat Krystal sudah berdiri dihadapanku dengan senyumnya. Kau pikir dengan senyummu itu mampu membuat kesalku berkurang.

“Mianhae aku terlambat”

“Ne” jawabku malas

“Isshh, kau tidak berubah. Bagaimana Suzy bisa bertahan denganmu kalau kau terlalu dingin seperti ini”

Tentu saja dia akan bertahan karena aku yakin dia mampu melihat cintaku padanya selama ini. Mungkin awalnya aku terlihat seperti namja romantis tapi sesungguhnya aku adalah namja dingin yang teramat dingin apalagi kalau itu semua menyangkut yeojachinguku.

Aku terlalu salah tingkah saat bersamanya hingga membuatku terlihat sangat dingin padanya.

“Hey, kau malah melamun” ucap Krystal kesal

“Mian”

“Kudengar ada yang menyukai yeojachingumu itu”

“Ne, namnaya Sehun”

Aku kembali mendesis saat mengingat segala perhatian Sehun pada Suzy. Jujur saja, aku sangat cemburu padanya tapi aku takut, jika Suzy mengaggapku terlalu kekanakan dan dia marah padaku karena terlalu posesif.

“Kau tidak cemburu dengannya?”

“Bodoh, tentu saja aku sangat cemburu tapi aku takut mengekspresikannya, aku takut malah nantinya Suzy marah padaku karena sikap kekanak-kanakanku”

“Kau ini babo atau apa? Dimana-mana yeojachingu itu suka saat melihat namjachingunya terbakar api cemburu. Aku yakin Suzy pasti juga menyukainya”

“Benarkah?” tanyaku tak percaya

“Tentu saja, aku ini yeoja”

Drrttttdrrt~~

Kulihat ponsel pink milik Krystal bergetar, yeoja itu tersenyum samar dengan mimik muka yang bagiku sangat menjijikan. Aku yakin itu pasti dari namjachingunya.

“Apa kau benar-benar mencintanya?”

Hatiku rasanya tertohok saat Krystal menanyakan pertanyaan konyol itu, Memangnya dia kira selama ini aku tidak mencintai Suzy !! Apa dia pikir Suzy hanya pelarianku semata. Aku bersikap dingin bukan berarti aku tidak mencintainya.

“Tentu saja, aku mencintainya sangat mencintainya bahkan. Aku mencintainya satu bulan setelah kita putus. Aku selalu memotretnya, saat dia olahraga, sedih kesal semua ekspresi aku mempunyai fotonya. Kadang aku lebih mirip stalker dari pada siswa SMA.. Saat itu, Suzy meminta ponsel miliku tentu saja aku tidak memberikannya aku takut dia melihat semua galleryku dan dia akan berpikir aku gila karena semua isi gallery hanya fotonya saja”

PHFFFTTT

Kulihat Krystal hampir menyemprotku dengan cappucino yang tadi kupesan.

“Kau kenapa?” tanyaku agak sarkatis

“Kau menyukainya sejak dulu? Hahaha, ini pertama kalinya aku melihat pipimu memerah setelah kita putus… Hahahahaha seharusnya tadi aku memotretmu”

Krystal tertawa memegangi perutnya. Memangnya aku ini badut terus saja kau tertawa sampai perutmu mulas.

“Baiklah…Baiklahh….”

Krystal mengatur nafasnya kembali dan tawanya kembali meledak. Ayolah apa yang lucu dari ekspresi pipiku dan kata-kataku? Tidak ada kan.

“Ok, lupakan masalah pipimu. Sebenarnya aku disini ingin menasehatimu banyak sekali temanku yang bilang bahwa kau tidak mencintai Suzy”

Mataku membulat memprotes. Yaakk Siapa yang berani bilang seperti itu? Apa dia tidak tahu, aku selalu memperhatikan Suzy saat di kelas apalagi waktu Ahn saem memarahinya. Sebenarnya aku ingin sekali bertanya tapi aku takut dia akan mengira aku namja yang terlalu ikut campur urusannya.

Selalu menahan emosiku saat dibelakangku dengan jelas Sehun memujinya dengan gombalan yang tidak bermutu. Aku hampir saja ingin membunuh lelaki itu tapi untunglah tingkat kewarasan otaku masih 100%.  Apalgi saat Sehun dengan sok perhatian memberikan sekaleng teh ginseng hangat. Memangnya siapa dia !!!

“Kang Minhyuk, sabarlah. Aku disini tidak ingin menyulut amarahmu dengarkan aku baik-baik. Bagaimanapun sikap dinginmu kau harus menghancurkannya, aku tahu Suzy tak setegar atau tak terlalu mengerti dirimu seperti aku mengertimu. Aku hanya takut jika dia berpikiran macam-macam, apalagi kau ini tipe namja yang sangat sulit mengekspresikan rasa sukamu jangankan dengan sikap hanya dengan pesan pun sangat sulit. Aku tahu pesan sayangmu hanya bertahan selama satu bulan, itupun kau mengambilnya dari buku yang sering kau baca itu kan?”

Aku mengangguk, membenarkan semua yang dibicarakan Krystal.

“Aku tahu kau sangat mencintai senyawa kimia, Desain grafismu, Film, dan ekstra memanah. Tapi kau perlu ani bukan perlu tapi kau harus dan sangat diwajibkan mementingkan yeojachingumu dibanding semuanya. Jangan sekali-kali kau abaikan dia saat sedang bermain dengan laptopmu atau kegiatanmu lainnya. Karena bagi yeoja itu merupakan sebuah penghinaan besar yang sangat menyakitkan”

Aku terdiam, terlalu rumit mengetahui semua dunia yeoja. Apa yeoja memang ditakdirkan untuk selalu menuntut seperti Krystal dulu. Dia sering menuntutku macam-macam.

“Jujur saja saat aku berpacaran denganmu sebenarnya aku tidak tahan dan selama 4 bulan terakhir aku berkencan dengan namja lain”

“Aku sudah tahu” jawabku santai

Krystal memamerkan senyum bersalahnya,  aku sudah tahu semuanya satu bulan sebelum kita putus. Tapi aku tetap memendamnya berharap kau akan kembali padaku tetapi sepertinya kau sudah tidak mempunyai perasaan apapun padaku.

Masa lalu biarlah berlalu….

“Mianhae, tapi aku mohon kau harus mendengarkan nasehatku kali ini, aku tidak mau Suzy berpikiran bahwa kau dan aku masih menjalin hubungan dibelakang Suzy”

Krystal mengelus punggung tangaku tersenyum menenangkan. Aku tahu, dia sedang memberiku semangat. Baiklah Jung Krystal terimakasih telah membuatku mengerti dengan dunia yeoja.

“Dan kau harus bersikap terbuka padanya karena yeoja benci sikap tertutup akan banyak menimbulkan masalah dan keraguan”

Krystal berdiri, dan menepuk bahuku. “Ingat kata-kataku”

Dia masih tersenyum hingga senyumannya hilang dibalik gemerincingnya bel cafe yang memang diletakan di atas pintu untuk menandakan adanya pelanggan.

Jadi selama ini, aku bersikap sangat kejam padanya. Memberinya sinar tanpa tahu berapa lama efek sinarnya bekerja dan tanpa tahu seberapa terangnya sinar itu.

chingudeuri naege
niga nareul johahaneun geot gatdae
nado waenji keureon

(WG-This Fool)

Ponselku berdering menandakan adanya pangglan masuk.. Dari Suzy? Tumben  sekali dia meneleponku ada apa?

“Yoboseoyo, ada apa chagi?”

“Oppa”

“Ne”

“Kupikir, hubungan kita cukup sampai disini, aku sudah lelah dengan semuanya”

Dunia serasa berhenti berputar dan puluhan bintang jatuh dari langit menghempaskanku dari bumi. Menghantamku tanpa ampun. Tidak, ini pasti bercanda Suzyku dia tidak mungkin memutuskanku

Dapat kurasakan dadaku sesak dan mataku memerah. Apa ini yang namanya sakit hati? Apa tidak terlalu kejam.

“Wae?”

Hening, kenapa kau diam Suzy-ah !! Katakan padaku apa yang membuatmu memutuskan hubungan ini, katakan apa yang harus kulakukan untuk menahanmu tetap disisiku lebih lama. Katakan !!

Arra

Aku tahu aku bukan namjachingu yang baik, aku tidak bisa menunjukan kemarahanku, tidak bisa menunjukan kasih sayangku dan mungkin kau hanya menganggaku sebagai permainan yang menyenangkan. Jika kau berpikir demikian sungguh aku rela jika harus menjadi bonekamu asalkan tetap disisimu.

Atau mungkin ini karena Sehun. Oh Sehun namja tampan yang selalu memperhatikanmu namja yang sangat menyukaimu? Apa kau mulai tertarik padanya? Apa kau mulai mencintainya?

Bisakah itu tak terjadi, hatiku tidak siap jika itu alasan yang kau berikan. Katakan KAU MASIH MENCINTAIKU DAN KATAKAN KAU HANYA BERCANDA SUZY-AH.

Air mataku perlahan turun. Seharusnya aku tidak menangis. Aku ini laki-laki aku lebih kuat dari perempuan tetapi sepertinya hatiku berkata lain hatiku.. dia sangat rapuh.

Baiklah

Jika kau berpikir hubungan ini melelahkan mungkin memang kita harus mengakhirinya. Aku tidak boleh egois, kau berhak bersama namja lain yang kau cintai sepenuh hati dan bisa memperhatikanmu lebih dibanding denganku. Jika kau memang menyukai Sehun, jadilah pendampingnya.

“Baiklah jika itu yang kau mau, mungkin memang lebih baik di akhiri”

Kalimat itu, aku membencinya. Aku membenci setiap kata yang keluar dari mulutku itu bukan suara hatiku.

Kulihat kaca cafe di luar kenapa sangat sepi dan mengerikan seolah disana terdapat banyak monster yang menghadang.

Tesss

Kembali air mataku mengalir deras.

Author POV

Keduanya menangis deras, menahan isakannya mencoba menenangkan batin mereka. Keduanya menatap wallpaper yang terpampang di Ponsel mereka. Sebuah foto yang menampilkan senyum cerah keduanya saat piknik 2 bulan yang lalu.

“Mianhae”

Keduanya menatapnya lama dengan tempat yang berbeda, menghela nafas secara bersamaan dan berusaha melupakannya.

Klik

Tombol delete sudah mereka tekan. Suzy membanting ponselnya pada tanah kering yang ia hantam, dan tangannya diletakan dalam ayunan berkarat kepalanya ia tenggelamkan dalam lipatan tangannya. Menangis sepuasnya.

Minhyuk? Dia menatap kosong coffe di depannya air matanya terus turun menjelajahi pipinya. Ia menatap kosong kearah jendela dan membiarkan ponselnya jatuh ke lantai dingin caffe.

Semuanya berakhir dengan luka yang menganga membiarkan luka itu ditaburi garam dapur tanpa berusaha menghilangkannya.

Cinta? Semua orang selalu memandang cinta dari sudut pandang sendiri. Menganggap bahwa hanya dirinya saja yang tenggelam dalam kemarutan cinta.

Tapi…

Pernahkan mereka memandang cinta dari sudut pandang yang lain? Memandang cinta dengan arah derajat yang berbeda?

Memandang cinta menggunakan sudut pandang orang yang di cintai nya

END

Gimana Endingnya/? Sad kan !! Evil smirk
Karena jujur aku lagi galau. Bukan galau lagi tapi ini mah PARAH GILA GALAUNYA T.T jadi sebagai author yang baik harus dong share FF yang lagi mencerminkan perasaan authornya..
#Appaansih !!

Cuplikan FF diatas merupakan sedikit kisah nyata suerrr dehh. Halahhh sumpah yang ini abaikan, gimana ya pokoknya. Author Cuma mau nyebarin virus galau deh jadi biar ga sendirian gitu
*dirajam readers

Buat teman-temanku yang pualing ku sayangi~~ The Best Scandalnya ini lagi aku garap (?) yahhh walaupun baru dikitan tapi yang penting udah mau digarap kan.

Udah sih. Tetep RCL ya…

Iklan

31 respons untuk ‘Do You Really Love Me??

  1. wah thor bukan hanya galau aja bacanya tp jg sedih. T_T. karena salah paham suzy dan minhyuk putus. feelnya dapet bgt thor.^^
    😀

  2. Hallo, saya reader baru disini, salam kenal 😀 *bow*
    Ini ceritanya… tidak tahu harus mengekspresikannya(?) seperti apa, bagus banget. Aku suka, feelnya dapat sekali, aduh aku jadi ikutan galau(?) sungguh /.\
    Huaaa, tidak tahu harus ngomong apa lagi. ;_; Intinya bagus itu saja._.
    Keep writing!

  3. daebak, ku suka bgt ff mu.. Smua’a sad aq suka genre sad# wlwpun aq jg bakal nangis..
    Lanjutkan thor dgn ff yg brgenre sad 🙂

  4. Doh sdih bngt in ffnya thor !! Pdhal sbnrnyy mrka hnya slh pham aj 😥 .. Huhuhu~

    Nice ff thor ~ bner” bkin galau. . Hihihi 😀

  5. Wawww sungguh daebak thor! Ini feel nya dapet banget, kesedihan suzy tergambar jelas lewat rangkaian kata-kata yang bisa midah dimengerti. Huaa Minhyuk nya kenapa mesti takut ngungkapin semua rasanyaT_T tenang Suzy-ah bukan hanya kau yang merasakan kisah seperti ini:$

  6. “Mencintaimu seperti menyimpan
    duri di hati. Dibiarkan menyakiti.
    Dicabut, lukanya abadi. ini pasti curhatan authornyaaa ~ haha sama thor lagi galau juga nih

  7. walahhg.. thorsi bikin galau..
    padahal kan mereka saling mencintai.. hwaa… gak tega..
    feel nya dpet thor krenn deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s