I’m Not Sweet Girl

im-not-a-sweet-girl

Tittle :  [Ficlet] I’m Not Sweet Girl

Author : Han Hye Woo a.k.a @Apriyani96

Main Cast : Bae Suzy Miss A // Kai EXO-K

Support Cast : Find Your Self

Genre: Angst, Crime, Hurt

Length : Ficlet

Rating: PG 13+

Note: Tulisan bercetak miring dan berwarna biru adalah Flasback

Warning : Typo bertebaran dimana-mana. dan ini asli karya ku.

~~~~~~>.<~~~~~~

Happy Reading ^^

Kai
Mianhae, karena aku bukan gadis manis yang selalu ku tunjukan selama ini dan maaf karena aku terlalu mencintaimu.

Appa
Mianhae, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menjadi gadis manis yang kau mau dan aku sangat membencimu

~~~~~~>.<~~~~~~

Sebuah garis polisi melintang disebuah sudut kecil gang sempit yang membelah kota SEOUL. Bau amis dan hujan bercampur menjadi satu memberikan kesan yang begitu menyedihkan,  namun justru itulah yang membuat orang-orang berbondong mengelilinginya.

“Komandan, lapor  ditemukan 2 orang tewas terkena luka tusuk dan satu orang terluka parah”

“Cepat evakuasi segera korbannya”

“Siap komandan”

Seorang namja menatap kosong kearah para korban yang tergeletak tak berdaya. Tangganya sibuk menghalangi laju darahnya yang tak berhenti keluar dari perut dan kakinya.

“Angkat dia secepatnya”

Beberapa orang menggunakan baju putih bergegas memasukan namja tersebut kedalam ambulance.

Bunyi suara ambulance yang berkoar-koar menyadarkan orang-orang betapa dekatnya mereka dengan kematian. Seketika tempat yang dipenuhi dengan bau amis darah itu dipenuhi oleh seluruh wartawan yang meliput. Beberapa diantaranya mendesah kecewa karena kali ini mereka tak mendapatkan gambar dari sang korban yang selamat hanya dua orang mayat saja yang mampu mereka lihat.

Beberapa polisi mulai kewalahan melihat banyaknya antusias penonton ditambah lagi dengan beberapa wartawan yang dengan nekat mengambil gambar kedua korban tewas dari jarak dekat, menembus palang polisi.

“Ako mohon, kalian bubarlah biarkan polisi yang menanganinya” perintah para polisi pada warga yang mencoba lebih dekat.

“Terjadi lagi”

Sang Komandan mendesah kecewa, ini sudah kesekian kalinya peristiwa misterius sang pembunuh kegelapan beraksi kembali. Ia mengenakan topi kebanggannya pergi menuju kantornya. Beberapa wartawan mulai mengerubunginya meminta penjelasan.

“Kami akan membongkar pembunuh kegelapan itu” ungkapnya.

~~~~~~>.<~~~~~~

Disebuah ruangan yang pengap yang hanya diterangi oleh satu lampu itu seorang namja yang baru saja keluar dari rumah sakit akibat luka tusuk pada perut dan kakinya  dan polisi  serta beberapa pembantunya berada.

“Kau mengenal yeoja ini?” Polisi tersebut mengeluarkan sebuah foto kecil.

“Ya” jawab namja itu datar

“Siapa dia?”

“Kau disini sendirian?”

“Ya, eommaku sudah meninggal satu minggu yang lalu. Dia bunuh diri menggunakan pisau dapur?”

“Aku turut berduka atas meninggalnya eommamu. Pantas saja, aku jarang melihat eommamu. Kenapa kau selalu kemari?”

“Aku? Mollayo”

“Ah, begitu. Perenalkan namaku Kim Jongin biasa di panggil Kai, apa aku boleh menjadi temanmu?”

“Ne, Tuntu saja. Aku Bae Suzy”

 

“Dia Bae Suzy” jawabnya datar

“Apakah kau dekat dengan yeoja ini?”

“Ya”

“Oppa, aku  tak menyangka kita sudah saling mengenal hampir 5 tahun. Apakah kau tidak bosan denganku?”

“Aniyo, aku tak pernah bosan melihat wajah cantikmu, senyummu dan sikapmu”

Seketika raut wajah Suzy menjadi merah menyala. “Yaaa” pekiknya memburu

“Wae?”

“Aniyo, hanya saja apa kau tak bosan padaku karena wajah, senyum, dan sikapku?” tanya Suzy dengan muka dan nada yang kembali manis.

“Ne, Tentu saja”

“Apakah dia  mudah tersinggung dengan kata-kata wajar yang kau lontarkan?”
Namja itu menoleh dan mengangguk pelan.

“Apa hubunganmu dengan yeoja ini?”

“Hubunganku?” Kai bertanya balik bukannya menjawab Kai malah tertawa keras.

“Dia….”

“Suzy-ah, maukah kau menjadi yeojachinguku?”

“Tentu saja Oppa aku sudah lama aku menantikan hal ini”

 

“Siapa dia?”

“Aigooo, akhir-akhir ini banyak sekali pembunuhan” keluh salah satu ajudan yang berada diluar tempat mereka semua duduk. Meskipun suara itu hanya terdengar sebagai bisikan saja tetapi tetap saja Kai mampu mendengarnya dengan baik.

“Oppa, kau lihat berita hari ini?”

“Aniyo, memangnya ada apa?”

“Kau lihatlah” Yeoja itu –Suzy – memberikan koran dengan berita pembunuhan yang terjadi di pusat keramaian kota Seoul. Kai hanya mampu melongo membaca setiap kata tertera di koran itu.

“Mereka semua bukankah orang yang mengganggumu Suzy-ah. Orang yang sudah kuhajar dulu?”

“Ya, mereka memang pantas mati”

Kai lagi-lagi hanya menghela nafas panjang.  Ia melirik semua orang yang berada didepannya datar.

“Aku tidak mengenalnya”

Jawabannya lantas membuat semua orang disana terkejut bukan main, baru lima menit yang lalu namja itu mengatakan kalau dia mengenalnya kenapa jawabannya sudah berubah.

“Yaakk, kami sedang tidak bermain-main Kim Jongin” bentak salah satu ajudan. Bagaimana mungkin pemuda berusia 20 tahun mempermainkan mereka dengan mudahnya.

“Tenanglah” komandan tersebut menenangkan ajudannya.

“Apakah kau keluarganya atau mungkin kau pernah tinggal bersamanya?”

“Oppa, aku tak mempunyai tempat tinggal lagi. Ahjusii pemilik apartemen itu sudah mengusirku”

“Jeongmalyo?? Kalau begitu tinggalah dirumahku. Eommaku pasti sangat menyukaimu”

“Ne, baiklah”

Seminggu berselang pemilik apartemen Gangnam ditemukan tewas dikamar mandinya dengan  kepala hampir putus, dan usus yang menggantung memenuhi atap kamar mandinya. Tak lupa tulisan kecil memenuhi dinding marmer yang bernila ratusan dollar itu dipenuhi darah.
‘Kau pantas mati. Ini adalah kematian yang paling cocok denganmu’

“Suzy-ah lihatlah, bukankah itu pemilik aprtemenmu dulu?” tanya Kai panik menunjuk sebuah televisi berukuran sedang

“Aigoo, apa yang terjadi dengan paman itu?” teriak Suzy terkejut

“Kau Pantas mati. Ini adalah kematian yang paling cocok denganmu” desis Kai pelan. Bibirnya terangkat beberapa cm keatas menunjukan senyum misteriusnya.

“Kau berbicara apa?”

“Ani”

“Apakah kau pernah melihat terdapat bekas luka dianggota tubunhnya?”

“Suzy-ah kenapa tanganmu? Kenapa banyak sekali bekas luka kecil disini?”

“Gwenchana, aku hanya kurang berhati-hati saja”

“Dan kenapa jarimu berdarah?”

“Ah, ini. Aku tergores saat ingin membuatkanmu makanan. Aku akan mengobatinya”

Kai melihat kekasihnya menjauh. Dia berjalan kearah dapur untuk mengisi kerongkongannya yang sudah terasa kering.

“Apakah ini pisaunya?” ia meraih sebuah pisau tajam yang tergeletak disamping piring berisi sayuran.

“Tidak ada bekas darah disini”

 

“Apa kau pernah melihatnya?”

“Ya”

“Di bagian tubuh sebelah mana?”

“Tangan kiri”

“Apa kau mendengarnya, menjerit saat malam”

“AAAAAAAAAAAAAAAA”

“Suzy-ah gwenchana?”  tanya Kai dibalik pintunya.

“Gwenchanayo Oppa. Wae?” tanya Suzy manis

“Aku mendengar kau berteriak”

“Ani. Aniyo”

“Jinjja? Apakah aku salah mendengarnya? Tapi aku jelas-jelas mendengarnya”

“Kau pasti sedang lelah Oppa. Istirahatlah”

“Ne. Sepertinya aku sangat lelah”

 

“Ya” jawab Kai dengan bola mata yang terus berputar.

“Apa keluargamu ada yang hilang?”

“Suzy-ah, kau tahu kemana eomma pergi? Dari kemarin aku tidak melihatnya”

“Mollayo, mungkin saja dia pergi ke Busan untuk mengunjungi saudaranya disana”

“Benarkah?”

“Tentu saja”

 

“Apakah ada hubungannya dengan yeoja itu?” jawab Kai kaget.

“Kau harus menjawabnya terlebih dahulu. Apa keluargamu ada yang hilang?”

“Ya” jawab Kai tak sabar

“Apakah sebelum keluargamu menghilang, keluargamu berkata aneh?”

“Kai-ah, Suzy dia yeoja yang sangat mengerikan. Eomma pernah melihatnya mencekik ayam yang masih hidup. Eomma sangat takut”

“Eomma, jangan berbicara yang tidak-tidak, Suzy adalah yeoja yang sangat manis. Dia tak mungkin berbuat sekeji itu, mungkin saja itu  tetangga sebelah bukankah mereka mempunyai seorang yeoja yang mempunyai keterbelakangan mental”.

“Tapi benar eomma melihatnya”

“Eomma, Hentikan itu semua”

“Kai-ah kau harus percaya pada eommamu ini”

“Eomma, percayalah itu bukan Suzy”

“Apa aku salah melihat”

 

“Apakah ini ada hubungannya dengan eommaku?” tanya Kai tak sabar

“Jadi eomamu.. Kapan terakhir kali kau melihatnya?”

“Seminggu yang lalu”

“Terlambat. Cepat geledah rumah Kai-ssi”

“Siap komandan”

“Wae? Apa yang terjadi pada eommaku? Apa yang terlambat?” tanya Kai semakin tak sabar.

Namja yang dipanggil komandan itu tersenyum kecil, melihat perubahan ekspresi yang ditunjukan Kai berbuah drastis.

“Tenang saja, eomamu selamat” bohong namja yang disebut komandan.

Kai menghela nafas lega, ia kembali pada ekspresi awalnya datar dan memandang semua orang tak peduli.

“Apakah kau melihat ada yang aneh dari yeoja itu sebelumnya” Kai hanya menggelengkan kepalanya menjawabnya.

“Yeoja itu benar-benar picik” umpat  komandan itu pelan.

“Aku yakin. Kau melihat sesuatu yang belum pernah kau lihat dari yeoja itu sebelumnya. Pasti sangat mengejutkan bukan?”

“Oppa, kenapa kau bersama dua yeoja itu” ucap Suzy terkejut mendapati Kai yang sedang memberikan uang pada kedua yeoja.

“Suzy-ah, kemarilah. Aku ingin mengenalkannya padamu”

“Kau memberikan mereka uang? Apakah kau baru saja berkencan dengan mereka berdua?”

“Suzy-ah jaga ucapanmu. Mereka ini kedua dongsaengku yang datang jauh-jauh dari Gwangju”

“Aniya. Mereka bukan dongsaengmu mereka pelacur” ucap Suzy datar.

“Yaa, apa yang kau bilang” bentak Kai

“Oppa, kau sudah berani membentaku?”  tanyanya melemah

Suzy menundukan wajahnya dalam-dalam. Meneteskan beberapa bulir matanya, rasa sakit yang ia rasakan kembali lagi menghimpitnya dengan kuat dan hanya memberikan sedikit nafas untuk paru-parunya. Bayangan pengkhianatan ia rasakan kembali. Ia membenci~  sangat membeci namja mengenakan baju berbulu rubah.

“Kau menyukaiku hanya karena wajah, senyum dan sikapku yang manis. Kau tidak benar-benar mencintaiku? Kau tak pernah melihatku dengan hatimu bukan? Iya kan?”

“Suzy-ah, apa yang kau bicarakan. Aku tidak pernah seperti itu”

“Ha…Ha…Ha…Ha…” terdengar suara tawa yang begitu nyaring memenuhi tempat mereka berada yang jauh dari kata ramai.

“Suzy-ah gwenchana?”

Seketika itu juga wajah Suzy berubah tak ada lagi wajah ceria dan manis yang selalu ia tunjukan. Sekarang wajah itu berubah menjadi seekor iblis betina yang siap menyerang mangsanya.

“Kau mengkhianatiku”

Yeoja itu menyeringai pelan, ia mengacak-ngacak isi tasnya dan dengan segera mengeluarkan dua buah pisau yang sudah sangat terasah tajam.

“Oppa, tidak pernahkah kau berpikir ini sangat mengesalkan?”

“Suzy-ah apa maksudmu?”

“Oppa, kami takut” rengek salah satu dongsaeng Kai.

“Kau, memanggilnya Oppa” ucap Suzy marah

“Suzy-ah sadarkanlah dirimu”

“Aku sudah cukup sadar Kai Oppa untuk melihat adegan ini. Kalian semua begitu memuakan !!”

Suzy berjalan mendekati kedua yeoja yang diperkirakan masing-masing masih berumur 17 tahun.

“K…Ke…nap…pa kau seperti ini Suzy-ah”

“Kai Oppa, kau hanya satu dari puluhan orang yang mengatakan aku selalu bersikap manis. Tidak bisakah kau melihat perasaanku yang sesungguhnya? Tidak bisakah?”

“Mwo?”

“Semenjak kecil, aku selalu dijauhi temanku karena mereka pikir aku aneh. Aku PSYCOPAT, aku gila karena hobiku yang selalu mencekik binatang dan menghisap darahku sendiri. Bukankah mereka yang aneh Oppa? Mereka selalu berpura-pura manis didepan orang tua mereka, itu sangat memuakan” ucap Suzy sedih.

“Kau sedih karena hanya tinggal dengan eommamu saja?”

“Ani, aku tidak tinggal dengan eommaku tetapi aku tinggal dengan Appaku juga”

“Lalu kemana Appamu?” tanya Kai mencoba menenangkan Suzy.

“Appa, dia hanya namja brengsek yang mampu menyakiti eomma dan sampai kapanpun aku takan pernah mengakuinya appa. Karena sesungguhnya aku tak mempunyai appa”

Dongsaeng Kai bersembunyi dibalik punggung Kai yang sudah siap, melindunginya. Yoon Jae salah satu dongsaeng Kai melirik Suzy yang sepertinya sedang memasuki dunianya sendiri. Ia menahan nafasnya lama dan tepat pada hitungan ketiga kakinya melesat meninggalkan Kai dan kembarannya.

SLUBBBBB

Sebuah pisau tajam melayang tepat mengenai jantung Yoon Jae, mencipratkan sedikit percikan darah yang ia miliki.

“YOON JAE” teriak Kai dan kembarannya Eun Je.

“Kau wanita terkutuk Suzy-ah” teriak Kai marah

Kai menumpahkan air matanya, ia melirik Yoon Jae dengan tatapan iba. Padahal baru kemarin, dia berulang tahun. Kaki Kai bergetar lemas, namun ia tetap memaksakan kakinya untuk lebih mendekat kearah Yoon Jae

“Eitss… Sedikit saja kau melangkah pisau ini akan menembus jantung yeoja yang ada dibelakangmu”

Kai mengerang kesal, bagaimana mungkin ia dulu pernah bertemu dengan gadis mengerikan itu dan menampakan kesan yang manis.

“Apakah, ahjussi dan para berandalan itu kau juga yang membunuhnya?”

“Ya”

“Wae??” tanya Kai gemetar

“Karena para brandalan itu melecehkanku dan ahjussi serakah itu menyetubuhiku dengan paksa dan aku membenci mereka semua” teriak Suzy marah.

Ia berusaha mengatur nafasnya, untuk menormalkan kembali detak jantungnya yang terus berpacu karena kemarahan yang selalu ditahannya.
Suzy berjalan dengan anggun kearah mayat Yoon jae yang sudah mendingin beberapa menit yang lalu.

“Yoon Jae-ssi, lebih baik kau mati dari pada harus menodai kesucianmu karena ulah Kai Oppa”

Suzy menyentuh pipi Yoon Jae dan tersenyum penuh arti.

SLUBBBB….SLUBBBB…..

Suzy menusukan kembali pisaunya pada Dada, Perut, Tangan, Paha dan kaki Yoon Jae secara Brutal. Ia tersenyum riang seolah-olah ia sedang melakukan permainan yang menyenangkan. Tak cukup hanya itu Suzy mengambil pisaunya dan dengan gerakan santai dia menjilat darah yang barada dipisaunya.

“Golongan darahmu B”

“Kau gila”

“Aku? Gila? Aku sudah mendengarnya ribuan kali dari teman-temanku saat kecil”

“Kau seorang PSYCO”

Suzy tersenyum puas. Akhirnya lebih dari 5 tahun orang yang dicintainya menyebutnya dengan sebutan yang pantas, ia sudah muak dengan sikapnya yang sok manis itu atau pujian dari Kai. Ia muak sangat muak

Eun Je, melihat Suzy dengan ketakutan. Ia sadar, ia tak sedang berhadapan dengan kakak ipar yang manis yang selalu diceritakan oleh Kai. Ia menggertakan giginya takut, dan menggigil.

SLUBBBBBB

“EUN JE” Teriak Kai marah

“Aku benci penakut”

“Kau !!!”

SLUBBBBB

Suzy kembali menghunuskan pisaunya namun kini tak berada di jantung atau daerah rawan lainnya. Ia mendekati Kai yang sudah jatuh terduduk akibat tusukan yang berada tepat disaraf kakinya.

SLUBBB

“AKu mencintaimu Oppa. Jeongmal sarangheyo…Kim Jongin”

Kai mengerang, kesakitan. Ia melihat tepat pada perut bagian kirinya tertancap pisau kecil yang biasa digunakan orang untuk mengupas atau memotong buah.

“Appo” rintihnya.

Suzy meraih gagang pisau yang tertancap di perut Kai. Ia mencabutnya paksa dan menggeleng tak percaya.

“Aku…Apakah aku yang membunuhmu?” lirih Suzy

Ia menggelang tak percaya. Bukan, bukan dirinya yang membunuh  Kai dan dua yeoja lainnya. Ini semua pasti perbuatan iblis yang bersemayan ditubuhnya.

“Aku..AK..Aku tidak membunuhnya”

Nafas Suzy kembali memburu melihat keadaan Kai dan dua yeoja yang berserakan dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Ia menjerit frustasi, dan kemudian pergi berlari menembus kabut tebal yang menyelimuti kota SEOUL.

Kai hanya mengerjapkan matanya tak berdaya, yeoja yang dikasihi dan dicintainya adalah seorang pembunuh berdarah dingin dan orang yang mempunyai kepribadian ganda.

“MALDO AAAANDDWAAEEEE”

Kai dapat mendengar dengan pasti teriakan Suzy yang hilang dibalik kejamnya kota Seoul.

Nafas Kai memburu, ia berteriak-teriak ketakutan seperti ada seseorang yang selalu mengintainya.

Polisi itu mencengkram tangan Kai, menahannya untuk tetap tenang dan berpikir secara rasional.
Detik berikutnya nafas Kai sudah kembali normal, dan tatapanya kembali kosong.

“Komandan, seorang ahjumma ditemukan tewas digudang dengan beberapa luka tusukan dirumah kediaman Tn. Kai”

Kai, mengerjap pelan. Mentalnya kali ini benar-benar sangat tak terkendali, ia hanya mampu  menggumamkan kata eomma beberapa kali sebelum ia jatuh terjerembab dalam lantai sedingin es.

“Angkat pemuda ini, dan biarkan dia istirahat”

“Baik, komandan”

Kedua prajuitnya menggotong tubuh lemah Kai keluar dari ruangan pengap itu.

“Lapor Komandan, yeoja itu sudah ditemukan”

“Bawa dia kemari”

Lebih dari 4 orang namja mengawal seorang penjahat kecil yang berpakaian manis dengan tatanan rambut digerai bergelombang dan dress putih selutut yang menampilkan sosok malaikat kecil yang sangat jauh dari kesan seorang penjahat berdarah dingin.

“Kau mengecewakanku” desah namja ini

“Wae? Apa karena aku lari dari rumah sakit jiwa?”

“Ya”

“Atau kau kecewa karena aku mengetahuimu berselingkuh?”

“Jaga ucapanmu Bae Suzy !!!”

“Untunglah aku segera membunuh eomma, karena dia tidak harus merasakan bagaimana rasanya dikhianati. Iya kan, APPA?”

Polisi itu melorot dari kursinya, ia menunduk muram mendengarkan kebodohannya dari mulut puteri satu-satunya itu. Ia mengerang kesal menyesali perbuatannya dimasa lalu.

“Bawa dia pergi”

“Siap komandan”

Empat namja itu menggiring Suzy tanpa kesulitan sedikitpun karena mungkin mereka sedang berhadapan dengan Suzy si gadis manis.

“Appa” panggil Suzy yang membuat langkah keempat namja itu berhenti.

“I’m not sweet girl” Suzy menyeringai lega. Yah, dia Bae Suzy adalah seorang yeoja dengan segala kekurangannya bukan gadis manis yang selalu diimpikan ayahnya sejak kecil.

Gadis itu kembali berjalan, meninggalkan ruangan pengap yang digunakan sebagai ruang introgasi oleh para polisi.

“Mianhae” ucap ayah Suzy lirih

THE END

Akhirnya ini FF selesai juga bagaimana? Aku dapet ide saat aku baca novel pembunuhan tapi alurnya berbeda dengan novelnya.

Dan ini karya FF angst pertamaku. Mianhae jika aneh dan alurnya membuat kalian bingung

Iklan

30 respons untuk ‘I’m Not Sweet Girl

  1. waduhhh sadis bgt suzy yah…
    gak kebayang deh kl suz benaran gt ato berperan kyk gt…
    ngeriii

    tp untuk ceritanya keren, bs bikin merinding nie..

  2. Aigoo….. Serem thor.
    Suzy kox kejam banged. Jg lgi buat suzy gitu thor gx tega liatnya. Thor the best sandal part 3 kapan. Udah kupantengi tuh blog suzy world.

  3. Aigoo….. Serem thor.
    Suzy kox kejam banged. Jg lgi buat suzy gitu thor gx tega liatnya gx cocok thor, tpi ff nya bagus kox. Thor the best sandal part 3 kapan. Udah kupantengi tuh blog suzy world.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s