I Choose To Love You part 2

Tittle: I Chose To Love You

Author: Han Hye Woo*cewee*

Genre: Romance, sad, AU

Rating: PG-15

Length:  Chaptered

Main cast: ↗Yang Yoseob (Beast)
↗Bae Suji aka Suzy (Miss A)
↗Choi Minho (Shinee)
↗Lee Jieun (IU)

Support cast: » Park Jiyeon (T-ara)
» Kim Myungsoo (Infinite)
» Sungjong (Infinite)

Suzy POV

Satu hari bersama namja menyebalkan itu, tak pernah terbayang sebelumnya. Tuhan kenapa harus Choi Minho, kenapa bukan Sobie Oppa. Bisakah aku menukarnya. Bisa kan bisa kan. Jebal …

Malam ini aku bersama Minho duduk diruang keluarga sambil menonton TV. Sedari tadi aku belum makan karena eommaku tidak memberikan uang sepeserpun untuk membeli makanan cepat saji, jika kau bertanya kenapa tidak memasak saja. Kau pikir mudah untuk memasak perlu waktu berjam-jam untuk menakar bumbunya dan membuatnya matang dipenggorengan, dan hal itu membuatku frustasi, hey tunggu bukankah Kyu oppa juga tidak bisa memasak mungkin saja kami berjodoh. Nanti kalau aku menikah dengan Kyu Oppa aku ingin mempunyai  13 anak dan kunamakan mereka. SUPER JUNIOR YANG MASIH JUNIOR. Haha keren bukan.

“Hey, gendut jangan senyum sendiri aku lapar” ucap Minho sambil mengelus-ngelus perutnya.

“Lalu apa hubungannya denganku. Berharap aku akan memasak untukmu? Cih jangan bermimpi kau”

“Wae, aku memang ingin kau memasak untukku kau kan yeoja”

“Memang kalau yeoja harus pintar memasak. Maaf tuan Choi tak semua yeoja pandai dalam dapur”

“Sudah kuduga kau tidak bisa memasak. Aishh kau ini yeoja yang hanya dapat menghabiskan saja. Sini biar aku saja yang memasak” ucapnya sambil meninggalkan dapur.

Tumben dia mau mengalah padaku, pasti perutnya menyerah karena aku tak memasakan untuknya. Lagian kalau aku memasak aku takut terjadi beberapa kerusakan dalam dapur ani bukan beberapa tapi banyak. Aku ingat terakhir kali aku membantu eomma membuat kue, kuenya jadi gosong.

“Sudah siap” teriak Minho dari arah dapur. Loh kok cepat sekali tidak seperti eommaku yang lama. Apa dia lebih jago dari eommaku tapikan dia namja. Ah lebih baik aku memeriksanya daripada harus berfikir yang jawabannya tak mungkin kutemukan.

“Aigoo kukira kau mau memasakanku naengmyeon (masakan korea berupa bakmi yang disajikan dengan air kaldu daging sapi yang didinginkan)  ternyata hanya ramen saja” aku mendengus kesal.

“Memangnya siapa yang bilang mau memasakanmu naengmyeon aku hanya bilang biar aku yang memasak tapi bukan berarti aku pintar memasak pabo”

“Kalau ini sih aku bisa membuatnya” kataku kesal

“Kau tak suka? Yasudah kau tak boleh memakannya. Sana buat sendiri”

Loh apa-apan dia main ancam-ancaman segala, aku kan hanya bertanya kenapa dia jadi marah begini, huh menyebalkan.

“Aniyo, aku suka. Tunggu aku akan mengambil kimchi dulu”

Aku berjalan kearah lemari es dan mengeluarkan kimchi yang ada disana lalu kuletakan di meja makan.

“Selamat makan” ucapku bersemangat.

“Aishh kau ini yeoja tapi selera makanmu seperti sapi pantas saja kau gendut” cibirnya.

Kenapa sih namja selalu menyalahkan yeoja yang mempunyai selera makan yang errr sedikit berlebihan, memang apa salahnya. Kenapa namja menyukai yeoja-yeoja yang bertubuh ramping sih.

“Kau seperti Sobie Oppa saja”

“Engg Sobie. Nuguya?”

“Dia namjachinguku, kau tahu dia Yoseob Sunbae” dan responnya hanya menjawab ‘oh’ dengan lesu. Memangnya aku salah, aku kan hanya memberitahu namjachinguku, kenapa dia lesu begini. Dan detik berikutnya sangat hening dia tak mengeluarkan kata-kata ejekan padaku, memang damai rasanya tapi kenapa begitu terasa sepi. Sudahlah lupakan sehabis ini aku akan tidur.

“Kau mau kemana?” ucapnya setelah aku bergerak menjauh.

“Tidur. Memangnya mau apa lagi?”

“Oh, apa aku boleh tidur bersamamu aku sangat takut sendirian” ucapnya manja

PLETAKKK

Jitakanku sukses mendarat dikepalanya salah siapa dia berpikiran yadong seperti itu.

“Yakk aku hanya bercanda, atau jangan-jangan kau memang ingin yah, baiklah bagaimana kalau kita membuat anak”

“Mwoo. Neo micheosoo (kau gila)” teriaku keras yang benar saja dia hanya bercanda kan.

“Ne, aku memang gila. Gila karenamu” Minho mulai mendekatiku dengan tatapan nakal. Tuhan apa dia gila apa yang akan dilakukannya? Membuat anak? Kalau saja dia berani berbuat itu padaku akan kupastikan hidupnya hancur berantakan.

“Choi Minho sadar kau” aku terus berjalan mundur untuk menghindarinya. Tiba-tiba kurasakan langkahku terhenti oleh sofa dibelakangku keseimbanganku hancur karena menabrak ujung sofa  tadi dan membuatku terjatuh di  dalam sofa itu. Loh kenapa Minho mencondongkan badannya padaku. Tanganku mulai meraba-raba mencoba untuk menemukan sesuatu untuk memukul kepalanya yang konslet. Great ada bantal tanpa aba-aba aku memukul kepalanya dengan bantal sepertinya ia lengah segera saja aku berlari kearah kamar terdengar suara tawa yang tertahan. Apa dia mengerjaiku? Huh itu tidak lucu.

Author POV

Pagi sudah menjelang, seorang yeoja mencoba mengerjap-ngerjap matanya ia terbangun karena teleponnya berdering.

“Yeoboseyo” ucap yeoja itu dengan malas

“…………….”

“Aku baru bangun eomma. Ada apa?”

“…………….”

“Mwoo membersihkan rumah. Kenapa harus sekarang aku sangat malas”

“…………….”

“Arrsaso, Arraso aku akan melakukannya tapi dengan dibantu Minho yah annyeong”

Yeoja tersebut memutuskan panggilannya karena ia takut kalau ia menyebutkan kata Minho eommanya tidak setuju. Yeoja tadi segera kekamar mandi sedetik kemudian dia teringat kejadian yang memalukan itu.

“Yakk Choi Minho kemana kau” teriak yeoja tadi setelah mandi tentunya.

“Pagi-pagi sudah berteriak-teriak memangnya ada apa” seorang namja menghampiri Suzy dengan rambut dan muka yang berantakan sepertinya dia baru saja bangun tidur.

“Aku disuruh untuk membersihkan rumah dan kau harus membantuku” Suzy menundukan wajahnya ia terlalu malu dan takut  saat melihat wajah Minho.

“Bwahahahaha kau masih ingat kejadian yang semalam, anggap saja aku tak pernah melakukannya. Dan satu lagi wajahmu sangat menggelikan saat itu. Hahahaha”

PLETAKKKK

“ Appo….Kenapa hobimu menjitaku terus sih, memangnya apa salahku” Minho mulai terlihat emosi

“Salahmu itu terus mengejeku dan mengerjaiku” Suzy menjawabnya dengan emosi (juga)

“Sudalah aku mau tidur lagi” Minho berniat untuk pergi namun langsung ditahan oleh Suzy.

“Mau tidak mau. Senang atau tidak kau harus membantuku. Arraso” ancam Suzy.

“Arraso, tapi biarkan aku tidur satu jam lagi, lagian ini baru jam 7 pagi”

“Andwae, kau harus membantuku sekarang juga” Minho hanya dapat mendengus kesal  mendengarnya dan terpaksa menurutinya.

~~~~~~~~~>.<~~~~~~~~~

Sudah hampir 3 jam mereka membersihkan rumah Suzy dimulai dari kamar yang hanya Suzy membersihkannya sedangkan Minho mengurusi  kamar mandi . Lalu merambat ke ruang tamu, keluarga, dapur dan kebun belakang.

Setelah selesai membersihkan ruang keluarga Suzy segera berlari kedapur ia ingin membuatkan Minho Susu dan roti panggang bukankah darii tadi pagi mereka belum makan apapun.

“Ini” Suzy menyodorkan susu dan roti pada Minho yang sedang duduk di tepi kolam renang.

“Ige mwoya (apa ini)” tanya Minho

“Tentu saja ini susu dan roti untukmu pabo dan satunya lagi untuku”

“Kau sebut ini roti” Minho menyodorkan roti panggang ani lebih tepatnya roti gosong pada Suzy yang hanya dijawab dengan senyum tololnya itu.

“Hehehe, Mianhae aku tak terbiasa memanggang roti jadinya hitam begini” ucap Suzy sambil tersenyum 3 jari.

“Hemm, baiklah aku akan memakannya”

“Jinjja?” Suzy tertawa senang mendengarnya dan menunjukan eyes smilenya sehingga membuat Minho tersedak. Berkali-kali Minho mengatur nafasnya agar tidak terlihat gugup.

“Gwenchana?” tanya Suzy memastikan.

“Ah, gwenchanayo” Minho mengalihkan wajahnya ia takut terkena serangan jantung mendadak karena memandang Suzy terlalu lama.

~~~~~~~~>.<~~~~~~~~~~

Minho POV

Malam ini aku berniat untuk mengajak Suzy kesuatu tempat. Tempat yang tidak jauh dari sini.

“Suzy-ah, sudah siap belum. Kenapa lama sekali. Ppalliyo!!” teriaku dari luar kamarnya

“Ne, jamsimanyo (tunggu sebentar). Kau ini cerewet sekali sih” balas Suzy dari dalam kamarnya.

“Aku tunggu diluar ya”

Aishh yeoja kalau berdandan  lama sekali sih, seberapapun make-up yang digunakan toh seperti itu saja kan tidak ada yang berubah. Kulihat bulan diatas sana, begitu indah untuk malam ini dan aku berharap rencanaku juga berjalan dengan baik. Mungkin kalau aku mengatakan semuanya sudah terlambat. Aku memang namja pengecut.

“Aku sudah siap. Kajja” ucapnya sambil menggandeng tanganku. Apa yang dia lakukan menggandengku? Yang benar saja. Bae Suji jangan buat jantungku melompat-lompat.

“Kita mau kemana”

“Ah,, kemana yah kemana…” apa yang aku lakukan sebenarnya, tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan, aishh kenapa aku terlihat seperti orang yang mau senam saja

“Yakkk jangan bilang kau hanya mengerjaiku saja” ucapnya sebal.

“Ani. Aku akan membawamu ke danau” aku mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya. Ini bukan saatnya untuk gugup. Aku segera menarik tangan Suzy dan berlari kearah danau kami berlari-lari seperti dikejar maling saja yah.

“Tidak bisakah kita berjalan, kenapa harus berlari?”

“Untuk membakar lemakmu itu, ani aku hanya bercanda”

Akhirnya sampai juga, didanau ini. Aku harus membawanya keatas bukit sana sebelum terlambat.

“Ikuti saja aku dan jangan berisik” dia hanya mengangguk entah paham atau bingung.

“Ayo duduk. Sebentar lagi dimulai”

Plumppppppp jeddddddddeeeeeeeeerrrrrrrrr

Sebuah kembang api meluncur keangkasa sangat indah lalu disusul dengan kembang api kedua dan seterusnya. Indah sekali seperti jutaan bintang yang meledak dan melengkapi gelapnya malam. Kupandangi terus yeoja disampingku. Dia sangat cantik dengan senyum yang  mengembang, Tuhan ijinkanlah aku untuk bersamanya walaupun sebagai orang yang sangat dibencinya.

“Eh, kenapa kau tidur” tanya Suzy saat melihatku baru saja berbaring dirumput yang nyaman ini.

“Ani aku tidak tidur aku sedang menikmati kembang api. Lebih menarik jika aku berbaring”

“Arraso” dia menatapku hangat dan kembali berkutat dengan memandangi langit sesaat dan kemudian berbaring disampingku.

“Andai Sobie Oppa disini” ucapnya pelan.

Aku hanya memandangnya tak percaya, Bae Suji kau sedang bersamaku kenapa kau terus memikirkan namja lain. Huh dia menyebalkan seharusnya dia berterima kasih padaku sudah menunjukan ini, malah dia berandai-andai memangnya apa sih kelebihan dari Yoseob Sunbae. Sampai kapan kau sadar Suzy. Suzy-ah, neomu neomu saranghae, jauh sebelum Yoseob Sunbae mengenalmu, tak bisakah kau hanya mentapku.

~~~~~~~>.<~~~~~~~~

Author POV

Suzy berangkat sekolah dengan Minho, memang sebelum berangkat tadi terjadi keributan kecil yang membuat eomma Suzy harus berteriak-teriak untuk menghentikan perdebatan konyol mereka. Suzy eomma pulang dari tokyo tadi pagi.

“Minho gomawoyo untuk semalam” ucap Suzy tiba-tiba.

“Memangnya tadi malam aku melakukan apa untukmu?” tanya  Minho pura-pura tidak tahu

“Bukankah kau mengajaku pergi kedanau dan melihat kembang api disana”

“Aku tidak pernah merasa mengajakmu kemanapun”

Rasanya Suzy ingin membunuh Choi Minho bagaimana tidak semalam Minho terlihat sangat romantis tapi sekarang dia terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.

“Kalau dia dongsaengku sudah kubunuh dia 2x” batin Suzy

“Sudahlah terserah kau saja. Lihat busnya sudah datang” Suzy menunjuk sebuah bus yang datang

“Kalau begitu ayo naik pelit” ucap Minho sambil mengacak-ngacak rambut Suzy kasar.

“Yakkk Choi Minho”

Setibanya disekolah……..

“Suzy-ah, aku tidak salah lihat kan, kau berjalan bersama Choi Minho itu kan?” tanya Jieun

“Kau salah lihat tadi aku berjalan dengan setan”

“Heh. Yeoja pelit siapa yang kau sebut setan?” teriak Minho dari arah belakang.

“Memangnya kenapa? tak mau kupanggil setan? Itu kan fakta”

“Mana ada setan setampan dan semanis aku ini pabo” Minho mengacak-ngacak rambut Suzy(lagi) dan seperti biasa dia akan berlari menghindari Suzy.

“Yakk Choi Minhoooooooo”

“Sudahlah, kalian ini tidak malu dilihat teman-teman. Kapan kalian akan berbaikan?” tanya Jieun heran

“Molla, eh Jieun ayo aku kenalkan pada Sobie oppa”

“Bagaimana kalau nanti sepulang sekolah, tapi janji ya aku jangan dicuekin”

“Arraso. Yaksok” Suzy menunjukan tanda ’v’

Jieun POV

Setelah pulang sekolah nanti aku berjanji dengan Suzy untuk bertemu dengan namjachingunya itu, aku jadi penasaran tipe Suzy itu seperti apa. Hemm tinggal beberapa menit  lagi bel berbunyi pulang.

Bounce to you Bounce to you nae gaseumeun neol
Hyanghae jabhil sudo eobseul mankeum ddwigo itneungeol
Break it down to you down to you nae gaseumi neo
Neol gatji mothandamyeon meomchul georanda
(nal barabwara)
Bolgga malgga bolgga malgga bolgga malgga na gateun namja
Bonchemanche bonchemanche bonchemanche dolaseo bwado
Bogobwado bogobwado bogobwado na bakke eobda
Bonamana bonamana bonamana (Baby you turn it up)

“Ayo kita pergi” ucap Suzy sambil menggandeng tanganku.

Kenapa tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak begini apa aku batalkan saja, tapi nanti bila kubatalkan dia akan sangat marah yasudahlah toh hanya berkenalan dengan namjachingunya itu kan.

Aku berjalan menyusuri sepanjang jalan raya bersama Suzy mencari caffe Soo Katanya sih dia sudah janjian disitu. Kami memasuki caffe Soo, caffenya cukup menarik dan kelihatannya makanannya juga enak.

“Kau mau pesan apa. Sepertinya Sobie oppa agak terlambat”

“Aku, orange juice dan cheesecake saja. Suzy di mana toiletnya aku ingin kesana”

“Belok kiri dari sini, disitu ada toilet. Eh jangan salah toilet ya” aku hanya tersenyum mendengarnya.

Suzy POV

kemana perginya Sobie oppa, kenapa terlambat tidak biasanya dia seperti itu pasti ada urusan mendadak dan dimana Jieun kenapa dia lama sekali. Aku hanya menatap makanan yang aku dan Jieun pesan.

“Chagiya, mianhae aku telat” ucap Sobie oppa ngos-ngosan

“Gwenchana, ayo duduk akan kukenalkan pada sahabatku” ucapku tersenyum

“Jangan bilang kalau namja, kalau namja kucubit pipimu” Sobie Oppa lalu mencubit pipiku.

“Oppa lepaskan”

“Shirro. Temanmu namja atau yeoja, jawab dulu”

“Arraso. Arraso dia yeoja. Puas kan” bukannya menghentikan mencubit pipiku Sobie oppa malah mencubitnya dengan keras, kau ingin bermain-main denganku ya Sobie Oppa. Segera saja kucubit pipinya.

“Lepaskan” ucapnya

“Baik kita lepaskan sama-sama. Hana….dul….set” saranku

Hey dia curang dia tak mau melepaskan cubitannya, tapi untung saja aku juga curang.

“Kau curang” ucapku sambil cembereut

“Kau juga chagi”

“Annyeonghaseyo, mian mengganggu” ucap Jieun menundukan kepala, sepertinya dia sudah menunggu lama aku dan Sobie Oppa bermesraan, hahahaha mianhae Jieun aku tidak melihatmu.
Aku segera melepaskan cubitanku pada Oppa begitupun sebaliknya.

“Oppa ini Jieun dia sahabatku yang sering kuceritakan padamu”

“Annyeong  Yang Yoseob imnida. Bangapseumnida”

“Annyeong Lee jieun imnida. Bangapseumnida” ucapnya sambil mengangkat wajahnya terlihat ekspresi kaget dari keduanya apa mereka saling kenal. Kenapa perasaanku tak enak begini seperti ada perasaan menyesal sudah mengenalkan mereka berdua.

“Apa kalian sudah saling kenal” tanyaku memastikan

“Ani. Aku baru melihatnya hari ini” ucap Sobie Oppa sambil mengalihkan pandangannya.

“Suzy-ah, tadi eommaku telepon katanya  aku harus cepat pulang karena saudaraku sedang berkunjung. Annyeong”

“Oh, Annyeong hati-hati dijalan Jieun”

Kulihat Sobie oppa menatap gelas juice dengan tatapan kosong, sepertinya dia sedang terkena masalah.

“Oppa gwenchana?”

“Gwenchanayo. Ayo kita pergi jalan-jalan saja”

“Tapi bagaimana dengan makanannya”

“Biar aku yang membayar. Ayo chagi” kata Sobie Oppa sambil menarik tanganku.

TBC

Iklan

3 respons untuk ‘I Choose To Love You part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s