I Choose To Love You part 1

Tittle: I Chose To Love You

Author: Han Hyenim

Genre: Romance, sad, AU

Rating: PG-15

Length:  Chaptered

Main cast: ↗Yang Yoseob (Beast)
↗Bae Suji aka Suzy (Miss A)
↗Choi Minho (Shinee)
↗Lee Jieun (IU)

Support cast: » Park Jiyeon (T-ara)
» Kim Myungsoo (Infinite)
» Sungjong (Infinite)
» Kai (EXO-K)

Aurhor POV

Seorang yeoja sedang berjalan menyusuri kota Seoul disampingnya terdapat seorang namja yang sedang tertawa senang sambil memegang tangan yeojachingunya. Mereka berdua adalah pasangan kekasih yang sedang menikmati waktu kencannya.

“Oppa, sudah lama kita tak bersama-sama” ucap yeoja tadi sambil tersenyum.

“Hemm, mianhae akhir-akhir ini oppa  sedang sibuk. Kau tidak selingkuh kan Suzy gendut, dan bagaimana hubunganmu dengan Minho? Sudah berdamai?”

“Yakk mana aku pernah berani berselingkuh dibelakangmu Sobie Oppa. Minho? Apanya yang berdamai kami bertengkar hampir setiap hari dia selalu mengejeku menyebalkan..”

“Good girl, hahahaha ternyata kau masih sama saja” ucap Yoseob sambil mengelus pelan puncak kepala Suzy.

“And you bad boy” ejek Suzy

“Jinjjayo?  Lalu kenapa kau mau dengan bad boy”

“Molla, aku sendiri bingung kenapa aku menyukai bad boy sepertimu” Suzy menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Karena kau mencintaiku chagi” ucap Yoseob sambil memeluk pundak Suzy.

“ Aishh, kau terlalu pede” sindir Suzy

“ Oppa, aku punya teman baru disekolah dia teman sebangkuku orangnya ramah dan baik hati”

“Jinjja? Akhirnya setelah 5 bulan kau punya teman sebangku juga, tapi tunggu dia namja atau yeoja” tanya Yoseob khawatir.

“Molla” Suzy melepaskan pelukan namjachingunya dan berlari

“Yakk Suzy tunggu aku. jawab pertanyaanku” ucap Yoseob kesal yang ikut berlari mengejar yeojachingunya.

Yoseob dan Suzy adalah sepasang kekasih. Mereka berpacaran saat Suzy duduk dikelas 2 di Seoul Performing Arts high School dan waktu itu Yoseob menjadi Sunbaenya, mereka berkenalan saat keduanya berebut es krim ditaman bermain.

Flashback…

“Ahjussi aku pesan satu es krim strowberry” ucap seorang yeoja manis yang bernama Suzy

“Ahjussi aku juga” ucap seorang namja yang berkeringat sambil memegang bola basketnya.

“Mianhae, tapi es krimnya tinggal satu dan sudah dipesan nona ini *sambil menunjuk Suzy*”

“Nuna, es krimnya ku beli ya, dongsaengku sangat menginginkannya”

“Shirro!! Aku kan yang pertama membeli”

“Nuna kan bisa beli ditempat lain” ucap namja tadi yang diketahui bernama Yoseob yang bertuliskan dikaosnya.

“Lalu, kenapa bukan kau saja yang beli ditempat lain” ucap Suzy kesal, ia segera membayar es krimnya dan berlalu meninggalkan Yoseob.

“Ayolah Nuna, aku tak tahan melihat  dongsaengku yang menangis minta es krim” Yoseob menahan tangan Suzy

“Lalu, aku akan percaya begitu saja padamu. Kau kira aku anak kecil yang bisa dibohongi olehmu?”

“Nuna, aku mohon aku akan melakukan apapun untuk es krim itu”

“Jinjja? Hemm baiklah aku akan memberikan ini asal kau mau….” Suzy lalu membisikan sesuatu dikuping Yoseob.

“Mwoo!!” teriak Yoseob sambil membulatkan matanya.

“Terserah kalau tidak mau ya sudah, toh bukan aku yang rugi”

“Ne, arraso Nuna”

Yoseob berlari ketengah lapangan basket. Disana ia mulai menari Gee dari SNSD yang gerakannya dibuat secentil mungkin terlihat mukanya yang memerah. Kini Yoseob menjadi tontonan  bahkan teman basketnya tertawa paling keras. Semenjak itulah Suzy dan Yoseob bertengkar tapi disini Suzy yang menderita karena ternyata Yoseob adalah Sunbaenya disekolah. Tetapi lama-kelamaan mereka jatuh cinta dan akhirnya berpacaran. Sebuah drama yang pasaran bukan, tapi tidak bagi Suzy

Flashback end

Sekarang Yoseob telah kuliah di Sungkyunkwan University yang merupakan salah satu Universitas terbaik dikorea. Berarti sudah satu tahun Suzy dan Yoseob berpacaran

~~~~~~~>.<~~~~~~~

Suzy berangkat ke sekolahnya dengan perasaan senang karena kemarin sore ia telah bertemu namjachingunya setelah 3 bulan tidak bertemu.

“Annyeong Jieun” sapa Suzy begitu tiba dikelasnya.

“Annyeong Suzy-ah. Kau sudah mengejarkan PR dari Kim Seonsaengnim?” tanya Jieun.

“Sudah, ini dia” ucap Suzy sambil mengeluarkan bukunya dari tas.

“Apa aku boleh menconteknya? Kau tahu tadi malam aku memberesi rumahku jadi tidak ada waktu untuk mengerjakannya”

“Arraso. Arraso, nyontek yang benar ya Jieun pabo” ejek Suzy sambil memukul lembut kepala Jieun.

“Hehehe, gomawo”

Suzy POV

Aku memperhatikan yeoja yang ada disampingku. Dia Lee Jieun murid pindahan baru dari Busan High School dia mempunyai wajah yang imut  dan tubuhnya yang ramping tidak sepertiku yang gendut ini. Dia adalah teman sebangkuku yang kuceritakan kemarin pada Sobie oppa.

“Otthokae? Sudah dikerjakan?” tanyaku

“Heehehe, sudah gomawo  Suzy-ah kau sangat baik, cantik dan tidak sombong” puji Jieun.

Huh memangnya aku ini anak kecil yang akan mempan apabila dirayu seperti itu, kalau merayuku itu, harus dengan kata-kata yang romantis dan manis bukan pujian murahan seperti ini.

“Kalau kau memujiku karena kurus aku sangat senang”

“Mwo, mianhae aku tidak bisa berbohong” ucapnya sambil meringis

PLETAKKK

“Appo sakit Suzy-ah” Jieun memegangi kepalanya yang terkena jitakanku.

“Salah siapa kau tidak bisa berbohong sedikit padaku” dia hanya tertawa melihat responku

Apa-apan dia aku sedang marah malah dia tertawa seharusnya dia meminta maaf padaku. Aku memang dekat dengannya walaupun aku baru berkenalannya kemarin. Dia orangnya baik sehingga mudah untuk bergaul dengannya.

“Annyeong Suzy, Jieun” sapa Minho.

Minho namja yang menyebalkan dia selalu meledeku dan menghinaku gendut, aneh, gila,cerewet dan masih banyak lagi tapi aku paling marah kalau dia memanggilku ramping secara halus berarti dia menghina berat badanku, memangnya kenapa kalau seorang yeoja yang mempunyai berat badan sedikit diatas normal tepatnya sangat sedikit. Aku dan dia sudah berteman dari kelas satu, eh tunggu memangnya sejak kapan aku menganggapnya teman.

“Wae? Kau pasti ingin mencontek lagi kan iya kan” tebaku yang langsung mendapat jawaban dari senyum tololnya.

“Andwae, kemarin kau berjanji untuk tidak mencontek lagi lalu kenapa kau ingin mencontek” ucapku kesal

“Aishh, kau menyebalkan, kau Pelit Suzy. Jieun-ah apa boleh aku meminjam buku prmu” ucap Minho sambil menunjukan aegyonya, apa-apan dia menunjukan aegyonya hanya untuk meminta sebuah contekan. Dan bodohnya lagi Jieun memberikan bukunya pada Minho apa yeoja ini kongslet bisa-bisanya memberikan buku  PR pada Minho dengan senang hati, biasanya orang yang diconteki Minho akan menggerutu kesal nah kalau sudah begitu biasanya dia mengambil buku PRku secara paksa.

“Gomawo Jieun-ah aku akan menyalinnya dengan cepat. Hey yeoja pelit lihat Jieun dia baik hati mau memberikan buku PRnya tidak sepertimu pelit” Minho menunjuk-nunjuk padaku dengan kesal.

Kenapa sih hobinya selalu mengejeku apa coba salahku padanya?perasaan tidak ada. Apa dia mempunyai dendam kesumat pada Oppaku maksudku bukan Sobie Oppa tapi Myungsoo Oppa. Myungsoo Oppa adalah kakakku orangnya sangat dingin terhadap yeoja banyak yeoja yang menyukainya tapi ia tidak tertarik dia tetap menunggu yeojachingunya  yang study ke luar negeri, kalau aku jadi dia pasti sudah mencari yeoja yang lebih cantik darinya. Tapi kalau Myungsoo Oppa bertengkar dengan Minho itu mustahil karena mereka berteman baik sejak kecil.

“Ini gomawo Jien-ah. Kau Suji pelit. Kudoakan berat badanmu semakin bertambah”

“Loh. Loh kenapa harus membawa berat badan segala sih. Berat badanku sudah ideal tau”

“Apanya yang ideal badan seperti sapi kau bilang ideal?”

“Memang ideal kau lihat aku rampingkan?” aku menggoyang-goyangkan badanku.

“Apanya yang ramping kau bahkan terlihat seperti badut. Dan lihat gayamu itu seperti bebek. Kweek. Kweek” ucap Minho sambil mengacak-ngacak rambutku dan kemudian lari

“Yakkk CHOI Minhooooo” teriaku.

Pelajaran harii ini begitu sangat membosankan. Kim seonsaengnim  terus berceloteh tentang sejarah kerajaan Silla, hello 2012 gitu masa bahasnya kerajaan Silla sudah berabad-abad lalu dan sekarang sudah tidak ada. Sekali-kali bahasnya Super Junior, EXO, Infinite, 2PM atau Beast yang jelas-jelas ada dunia nyata yah walaupun hanya melihat dilayar TV. Tapi itu lebih keren dari pada membahas kerajaan Silla.

“Ekhemm ada pertanyaan Bae Suji” terdengar suara sayup-sayup Kim Seonsaengnim.

Tokkkkk

“Appo Suju,  Suju” sebuah kapur mendarat mulus di jidatku, siapa sih yang berani melemparku dengan kapur sialan ini.

“Habis lihat comebacknya Suju iah Suzy? bagaimana bagus dancenya? Siapa yang kau sukai Eunhyuk namja yadong?” ucap Kim Seonsaengnim sambil berkacak pinggang diiringi suara tertawa seluruh kelas.

Jadi yang melempar kapur Kim Seonsaengnim. Apa KIM SEONSAENGNIM?? Mampus aku dia kan seonsaengnim yang terkenal suka menyindir aduh bagaimana ini masa setiap hari aku harus terus disindir olehnya, itu kan sangat memalukan.

“Kenapa diam Bae Suji? Siapa yang kau sukai di Suju?”

“Kyuhyun Oppa” ucapku tanpa rasa bersalah.

“Bwahahahahahah, kau ini sedang dimarahi pabo kenapa menjawabnya” ucap Minho sambil menahan tawanya.
Oh, tadi aku sedang dimarahi, ku kira sedang ditanya habis muka saengnim tidak ada rasa marahnya sama sekali.

“Ckckckc, yasudah saya titip salam sama maknaenya Suju. Tolong bilang padanya besok lagi dia harus keluar dari pikiran murid saya yang bernama Bae Suji saat mata pelajaran saya”

“Iye, Kim seonsaengnim akan aku katakkan. Tapi kalau bandel gimana?” Godaku

“Yang bernama Bae Suji akan saya suruh mengepel seluruh sekolah. Arra” bagus semua anak tertawa lagi.

Beautiful my girl

My beautiful my girl and I, So beautiful my girl (in the cube) , Ha ha girl, This is my confession, Drop that beat. *Keren juga lagunya biasanya lagunya ayu ting-ting alamat palsu*

“Ya Sudah bel sudah berbunyi, berarti pelajaran saya selesai. Annyeonghaseyo”

~~~~~~>.<~~~~~~~

Tak terasa sekolah sudah usai, Aku dan Jieun sedang menunggu bus dihalte. Pokoknya sehabis ini aku mau tidur. Eh tunggu aku kan ada janji dengan Sobie Oppa. Sekalian saja Jieun kukenalkan pada Sobie oppa.

“Jieun-ah mau kukenalkan pada namjachinguku tidak? Dia tampan dan imut loh” tanyaku pada Jieun.

“Jangan sekarang aku sedang repot mengurusi toko cake baru eomma”

“Ah, arraso. Tapi lain kali mau kan”

“Emm, aku juga ingin bertemu dengan namja yang sudah membuat Bae Suji tergila-gila. Lihat bisnya sudah datang ayo cepat naik”

Aku dan Jieun segera memasuki bis lalu tiba-tiba ada  namja yang  dibelakangku berlari kecil  yang hampir membuatku terjatuh. Loh Minho rupanya, dia ini selalu saja mencari gara-gara denganku.

“Yakk Minho, kau tidak lihat aku hampir terjatuh karenamu” teriaku pada namja menyebalkan ini.

“Bae Suji kecilkan suaramu, lihat semua orang melihat kita” bisik Jieun sambil menarik-narik seragamku.

Tak peduli dengan tatapan semua orang, yang terpenting sekarang adalah membalas perbuatan Minho, Choi Minho yang sangat menyebalkan yang selalu membuat gara-gara denganku.

“Oh, ada eolmoni. Mian aku tidak melihatmu” ucapnya sambil nyengir.

“ Rasakan ini” aku menendang tulang keringnya.

“Appo sakit. Sakitt”

“Otthokae haraboji? Enak? Mau lagi” ucapku kesal. Salah siapa dia yang mulai dulu. Jieun menarik tanganku kesebuah tempat duduk kosong.

“Eh, tadi itu pasangan kekasih ya tapi kenapa yeojachingunya jahat sekali dengan namjachingunya” bisik seorang yeoja yang duduk didepanku.

“Molla, mungkin mereka sedang bertengkar, atau namjachingunya berselingkuh” jawab teman disampingnya.

Pasangan kekasih? Aku dan  Minho? Apa mereka gila? Pernah akur pun tidak masa kami berpacaran, tidak mungkin sekali. Lagi pula aku sudah punya namjachingu yang sangat manis dan baik tentunya tidak seperti Minho yang kerjaannya hanya mengejeku saja.

Sudah 15 belas menit aku berada di bis ini, dan selama 15 menit juga aku mendengar ocehan yeoja yang didepanku yang masih saja meributkan hubunganku dengan Minho. Jieun sudah meninggalkanku sedari tadi

Aku berjalan dengan santainya menuju rumah tercintaku. Tunggu kudengar suara langkah kaki dibelakangku, perasaan di bis hanya aku, Jieunn, dan Minho yang memakai seragam Seoul Performing Arts School dan setahuku mereka juga rumahnya tidak di sekitar sini. Tapi memangnya penumpang bis hanya 3 orang saja kan yang lainnnya masih banyak.

“Nan jeongmal paboya” aku memukul kepalaku pelan.

“Baru sadar kau pabo? Kemana saja kau selama ini?” suaranya seperti aku kenal. Aku segera menolehkan kepalaku kebelakang.

“Kyaaa apa yang kau lakukan disini!! Kau mau menguntitku ya? Cihh, ternyata kau penggemar rahasiaku”

“Kau tahu saja”  apa. Apa pendengaranku tidak salah dia dia benar menguntitku.

“Aku belum selesai Kau tahu saja bahwa aku tak mungkin meenguntit yeoja gendut dan pelit sepertimu”

“Lalu apa yang kau lakukan disini kalau bukan menguntitku? Rumahmu kan masih jauh dari sini”

“Benarkah? Ah aku belum mengatakannya padamu yah. Tapi sekarang kita bertetangga, rumahku ada didepanmu persis selama satu bulan ini aku menginap dirumah nunaku. Bagaimana menyenangkan bukan mempunyai tetangga yang begitu tampan sepertiku”

“Mwo!! Tetangga baruku. Yang benar saja masa disekolah ataupun dirumah sama saja tidak bisa bersantai” ucapku frustasi.

“Mohon kerjasamanya tetangga baruku yang pelit juga gendut. Annyeong” dia melambaikan tangannya padaku sambil berlari kearah rumahnya.

“Tuhan, kau persulit apa lagi ini. Kenapa bukan Sobie oppa saja yang bertetangga denganku kenapa harus dengannya”

~~~~~~~~>.<~~~~~~~~~

Author POV

Sore sudah menjelang, dan Suzy sudah bersiap dengan gaun musim dinginnya. Hari ini adalah pertemuannya dengan Yoseob. Yoseob berjanji akan menemani Suzy bermain di Lotte World.

“Eh, yeoja pelit mau kemana kau” ucap Minho dari seberang rumah.

“Mau kencan dong, aku kan punya pacar”

“Benarkah? Memang ada yang mau dengan yeoja gendut sepertimu?” Minho terlihat kecewa begitu medengarnya.

“Jangan menghinaku, aku ini terkenal dikalangan namja”

“Terkenal dengan lemak berlebihan ya” Minho tertawa sambil memegangi perutnya tangannya yang sedari tadi memegang selang air tanpa disengaja menyiram Suzy.

“Yakk namja pabo, apa yang kau lakukan. Hentikan. Hentikan” Suzy berteriak-teriak tangannya masih sibuk menepis air.

“Hahahaha, Mianhae aku tidak sengaja”

“Apanya yang tidak sengaja rasakan ini” Suzy mengambil selang air dari Minho dan menyiramkan pada Minho.

“Yakk Bae Suji gendut hentikan. Hentikan ulah tololmu itu”

“Hahahah, tak akan pernah” ucap Suzy dengan penuh kemenangan.

“Choi Minho, apa kau sudah menyirami bungaku” terdengar teriakan dari dalam.

“Aduh, gawat nih kalau ketaun eonni, mending kabur aja” Suzy meninggalkan Minho yang basah kuyup, ia segera berlari kerumah dan mengintip dibalik jendela rummahnya.

“Choi Minho!! Kamu nuna suruh untuk menyirami bunga bukan untuk mandi disini” teriak Tifanny

“Nuna, bukan aku yang melakukannya tapi Suzy”

“Ah, sudah Nuna tak mau dengar penjelasanmu sekarang cepat ganti bajumu dan pel lantai”

“Mwo!!” pekik Minho

“Rasakan itu salah siapa, dia menjahiliku. Oh iya aku kan ada janji dengan Sobie Oppa”

Suzy berlari kekamarnya dan mengganti baju serta mengeringkan rambutnya. Dengan tergesa-gesa Suzy berjalan menuju halte bis. Kalau terlambat kasihan Yoseob harus menunggu. 25 menit sudah berjalan, Suzy akhirnya tiba di pintu gerbang Lotte World.

“Mianhae, oppa aku terlambat tadi aku disuruh eomma untuk membantunya sebentar” kata Suzy berbohong

“Gwenchana oppa juga baru disini. Ayo kita pergi chagiya” Yoseob menggandeng Suzy untuk masuk ke Lotte World. Selama disana Suzy dan Yoseob tak henti-hentinya tertawa, mereka membeli baju couple dan memakai bando couple sejenis bando kelinci.

Yoseob POV

Tuhan seperti ini terus dengannya dengan Suzy orang kedua  yang kucintai setelah yeoja itu. Memang yeoja itu cinta pertamaku, cinta yang selalu membayangiku. Tuhan aku harap jangan kau pertemukanku dengan masa laluku. Biarkan dia hilang ditelan jutaan kenanganku dan Suzy dan aku mohon Tuhan semoga Suzy selalu mencintaiku.

“Chagiya, apa kau lapar” tanyaku pada orang yang sangat kucintai

“Iya oppa. Ayo kita makan” Suzy menggandeng tanganku manja.

Kami memesan makanan direstorant terdekat, dia memesan bulgogi  dan aku memesan jajangmyun

“Selamat makan” ucapnya semangat. Bagaimana dia tidak gendut kalau selera makannya juga besar, andai saja dia mau berdiet pasti lebih cantik.

“Oppa kau tidak mau makan?”

“Ah iya, chagi kau tidak ada keinginan untuk berdiet?” tanyaku hati-hati yang langsung mendapat tatapan tajam darinya.

“Kalau kau tak mau juga tidak apa-apa” tambahku kemudian. Ternyata kalau sedang menatapku tajam dia begitu menyeramkan.

“Aku tidak mau berdiet. Tidak mau” aku menyerah daripada dia ngambek mendingan dia gendut saja.

“Arraso, arraso. Cepat makan” dia menganggukan kepala dan mencium pipiku singkat terlihat wajah merahnya ia sembunyikan. Baru kali ini dia menciumku walaupun hanya pipi. Dia sukses membuatku tersipu malu, gomawo chagiya.

Author POV

Suasana pagi dikelas belum begitu ramai, hanya sebagian siswa yang sudah berangkat. Dimeja tengah seorang yeoja sedang asyik  mengobrol dengan teman sebangkunya.

“Jieun-ah, kemarin aku mencium Sobie Oppa”

“Mwoo!! Jinjja? Lalu apa responnya?”

“Aku hanya mencium pipinya, responnya…. emm dia tersenyum malu seperti aku” jawab Suzy dengan muka yang memerah.

“Aishh, ku kira kau melakukan kiss” Jieun lesu mendengar ucapan temannya yang sudah menjadi sahabatnya.

“Aniyo, aku belum pernah melakukan dengan siapapun. Memangnya kau sudah?”

“Sudah, tapi itu kiss perpisahan. Aku melakukannya karena  harus pindah ke Busan dan aku kembali lagi kesini berharap untuk menemuinya”

“Jinjja? Apa kau masih mencintainya, lalu apa kau sudah bertemu dengannya?”

“Ani. Aku belum bertemu dengannya jujur aku masih sangat mencintainya. Rasa cintaku membuatku hampir gila disana mungkin saja dia sudah mempunyai yeojachingu yang cantik” Jieun mengusap air matanya yang turun pelan membasahi pipi manisnya.

“Kau tidak boleh putus asa begitu, mungkin saja dia masih mencintaimu” ucap  Suzy memberikan semangat.

“Tapi bagaimana, bagaimana kalau dia sudah mempunyai yeojachingu atau mungkin dia  membenciku apa aku masih bisa menerimanya?” Jieun mulai menangis, Suzy hanya dapat memeluknya dan menenangkannya.

“Kasihan Jieun, dia sangat menderita karena cintanya. Aku harus membantunya sekuat tenagaku. Tenang saja Jieun aku akan mempersatukan cintamu aku yakin dia masih mencintaimu dan belum bisa melupakanmu” batin Suzy

Bel sudah berbunyi yang menandakan pelajaran akan dimulai. Selama pelajaran berlangsung Suzy tak henti-hentinya mengomel tentang Fisika yang membuatnya heran, buat apa kita menghitung kecepatan buah yang jatuh memangnya kalau kita mau memetik buah harus mengerjakan soal dulu. Sedangkan Jieun terdiam memikirkan perasaan serta cintanya yang harus hancur karena orang tuanya.

Bounce to you Bounce to you nae gaseumeun neol
Hyanghae jabhil sudo eobseul mankeum ddwigo itneungeol
Break it down to you down to you nae gaseumi neo
Neol gatji mothandamyeon meomchul georanda
(nal barabwara)
Bolgga malgga bolgga malgga bolgga malgga na gateun namja
Bonchemanche bonchemanche bonchemanche dolaseo bwado
Bogobwado bogobwado bogobwado na bakke eobda
Bonamana bonamana bonamana (Baby you turn it up)

Bel sudah berbunyi Bonamana menandakan, jam pelajaran sudah selesai. Dengan sigap anak-anak memberesi peralatannya dan keluar kelas untuk pulang.

“Jieun annyeong” ucap Suzy. kali ini dia tidak pulang bersama Jieun karena Jieun disuruh untuk melengkapi administrasi dan surat-surat kepindahannya. Sebenarnya Suzy ingin menemaninya hanya saja eommanya menyuruhnya untuk pulang lebih awal ada keperluan mendadak mungkin.

“Gendut tunggu aku” teriak Minho dikejauhan. Suzy hanya dapat mendengus kesal begitu melihat Minho mendekatinya.

“Yakk kenapa kau tak berhenti sih aku ada perlu sedikit” Minho menahan tangan Suzy

“Apa? Apa keperluanmu cepat katakan aku terburu-buru”

“Ah, aku akan memberikan kejutan untukmu tapi nanti saja semoga kau menyukainya” goda Minho sambil mengedipkan satu matanya lalu berjalan mendahului Suzy

“Kenapa dia? Membuatku merinding saja. Memang apa hadiahnya. Aneh, eh Bukankah besok hari libur bagaimana kalau aku mengajak Sobie Oppa jalan-jalan tapi tunggu dia kan ada tugas dari dosennya. Menyebalkan” gerutu Suzy sambil berjalan.

~~~~~>.<~~~~~~~

Suzy POV

Ternyata hari ini eomma dan appa akan pergi ke Tokyo untuk mengunjungi teman appa yang akan menikah. Tapi tunggu, kalau eomma dan appa pergi aku sama siapa? Myungsoo oppa kan sedang melakukan penelitian. Berati aku sendirian dirumah? Aku tidak mau aku takut.

“Eomma aku ikut ya, aku takut dirumah sendirian” rengeku pada eomma

“Sayang, kau tak boleh ikut. Kami disana hanya sehari saja”

“Eomma tapi kan aku sendirian dirumah lagian juga besok hari libur” aku terus merengek pada eommaku

“Mianhae, eomma dan appamu sedang tidak berlibur,  kami akan melakukan bisnis disana. Kau tahu terakhir kali kau ikut untuk urusan bisnis kau merengek minta pulang karena bosan”

“Iya, tapi eomma aku sendirian dirumah Tifanny eonni sedang melakukan darmawisata bersama Fei eonni, lalu Myunsoo Oppa sedang melakukan penelitian lalu aku sama siapa eomma” rengeku lagi.

“Nah, maka dari itu eomma sudah menyuruh seseorang untuk menemanimu dia juga sendirian dirumah”

“Mwoo!! Siapa ?” tanyaku penasaran

“Ayo, masuk nak” Pintu rumah mulai sedikit demi sedikit, mataku terbelalak lebar ketika melihat siapa yang sedang berdiri didepan pintu dengan senyum kemenangan menempell diwajahnya.

“Eomma, kau bercanda kan dia itu kan namja. Lagian bukankah eomma baru mengenalnya”

“Eomma tidak bercanda dia adalah teman bisnis Appa, eomma sudah mengenalnya sejak dulu”

“Aboji eomonim aku akan menjaganya sebisaku. Iya kan Bae Suji” ucapnya sambil mengedipkan matanya yang  membuat bulu kuduku merinding disko.

TBC

Iklan

8 respons untuk ‘I Choose To Love You part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s